KNMP di Bantul yang Digagas Prabowo Diapresiasi Nelayan
Kamis, 05 Maret 2026 - 16:11 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono didampingi Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto. Foto: Istimewa
BANTUL - Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto sangat diapresiasi oleh para nelayan di Kabupaten Bantul, DIY. Program yang dijalankan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ini mulai dirasakan manfaatnya oleh para nelayan dan diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya nelayan. Nelayan di sini sangat antusias dengan KNMP,” ujar Punijo, salah satu nelayan setempat saat Menteri Trenggono mengecek pembangunan KNMP di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY, Rabu (4/3/2026).
Dia menuturkan, di Poncosari Bantul ada sekitar 150-an nelayan yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas menangkap ikan di laut. Hanya saja profesi ini tidak bisa berlangsung sepanjang musim.
Sebab, pantai selatan kerap diwarnai gelombang besar yang berbahaya jika dipaksa melaut. “Kendala di sini adalah gelombang besar,” kata Punijo.
Dia mengungkapkan, hasil tangkapan ikan nelayan selama ini tidak menentu. Saat sepi produksi ikan hanya sekitar 500 kilogram. Namun saat cuaca baik dan musim ikan, hasil tangkapan lebih banyak karena semua nelayan turun melaut.
Punijo juga mengaku senang dengan adanya fasilitas perbengkelan untuk kapal nelayan karena selama ini untuk perawatan mesin kapal harus dilakukan sampai di luar daerah hingga Cilacap.
Namun kini dengan adanya pendampingan dari Kementerian dan Kelautan dan Perikanan para nelayan bisa memperbaiki kapal sendiri. “Di sini juga akan dilengkapi dengan layanan kuliner,” katanya.
“Harapannya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, khususnya nelayan. Nelayan di sini sangat antusias dengan KNMP,” ujar Punijo, salah satu nelayan setempat saat Menteri Trenggono mengecek pembangunan KNMP di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY, Rabu (4/3/2026).
Dia menuturkan, di Poncosari Bantul ada sekitar 150-an nelayan yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas menangkap ikan di laut. Hanya saja profesi ini tidak bisa berlangsung sepanjang musim.
Sebab, pantai selatan kerap diwarnai gelombang besar yang berbahaya jika dipaksa melaut. “Kendala di sini adalah gelombang besar,” kata Punijo.
Dia mengungkapkan, hasil tangkapan ikan nelayan selama ini tidak menentu. Saat sepi produksi ikan hanya sekitar 500 kilogram. Namun saat cuaca baik dan musim ikan, hasil tangkapan lebih banyak karena semua nelayan turun melaut.
Punijo juga mengaku senang dengan adanya fasilitas perbengkelan untuk kapal nelayan karena selama ini untuk perawatan mesin kapal harus dilakukan sampai di luar daerah hingga Cilacap.
Namun kini dengan adanya pendampingan dari Kementerian dan Kelautan dan Perikanan para nelayan bisa memperbaiki kapal sendiri. “Di sini juga akan dilengkapi dengan layanan kuliner,” katanya.
Lihat Juga :