Mahasiswa STIK Sumbang 70 Ekor Sapi untuk Tradisi Meugang di Aceh
Rabu, 18 Februari 2026 - 21:11 WIB
Para mahasiswa STIK yang hadir langsung dalam penyerahan mengaku tergerak untuk membantu setelah melihat kondisi masyarakat Aceh yang terdampak bencana. Keuchik (Kepala Desa) Gampong Blang, Junaidi, mengucapkan terima kasih atas kepedulian mahasiswa STIK.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Mereka tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi kami,” katanya dengan penuh haru.
Sementara itu, salah seorang warga korban bencana, Ibu Salmah (52), mengungkapkan kegembiraannya. “Alhamdulillah, kami masih bisa merasakan tradisi meugang tahun ini berkat bantuan dari mahasiswa STIK. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua,” ucapnya sambil menahan air mata.
Diketahui, tradisi meugang merupakan budaya turun-temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Dengan adanya bantuan ini, masyarakat korban bencana di beberapa desa tetap dapat menjalankan tradisi leluhur mereka meskipun dalam kondisi keterbatasan.
Para mahasiswa STIK juga berkomitmen untuk membantu proses pendistribusian langsung ke desa-desa yang membutuhkan, memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar memerlukan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang berjuang bangkit dari bencana. Mereka tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan harapan dan semangat bagi kami,” katanya dengan penuh haru.
Sementara itu, salah seorang warga korban bencana, Ibu Salmah (52), mengungkapkan kegembiraannya. “Alhamdulillah, kami masih bisa merasakan tradisi meugang tahun ini berkat bantuan dari mahasiswa STIK. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua,” ucapnya sambil menahan air mata.
Diketahui, tradisi meugang merupakan budaya turun-temurun masyarakat Aceh yang dilaksanakan menjelang Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha. Dengan adanya bantuan ini, masyarakat korban bencana di beberapa desa tetap dapat menjalankan tradisi leluhur mereka meskipun dalam kondisi keterbatasan.
Para mahasiswa STIK juga berkomitmen untuk membantu proses pendistribusian langsung ke desa-desa yang membutuhkan, memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar memerlukan.
(rca)
Lihat Juga :