Menteri PPPA Sebut Siswa SD di NTT Bunuh Diri karena Tak Punya Tempat Bercerita

Sabtu, 07 Februari 2026 - 18:02 WIB
"Ini harus diselesaikan bersama-sama lintas sektor supaya sebagai antisipasi supaya ini tidak terjadi lagi. Cukup sekali dan terakhir gitu," tambahnya.

Menindaklanjuti kasus ini, Arifah mengatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga korban, termasuk nenek, ibu, dan dua saudara kandungnya.

Selain fokus pada pemulihan trauma, Arifah juga memastikan masa depan dua kakak korban yang masing-masing berusia 17 dan 14 tahun tetap terjamin.

"Kami berkoordinasi dengan dinas terkait bagaimana kedua kakak dari korban, yang satu usia 17 tahun, yang kedua 14 tahun, untuk bisa mendapatkan hak-haknya yaitu terutama hak pendidikan," ujar Arifah.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, akan diupayakan supaya kedua kakaknya ini bisa mendapatkan pendidikan," pungkasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!