Tragedi Siswa SD di NTT, Firda Riwu Kore Dorong Evaluasi dan Penguatan Perlindungan Anak
Kamis, 05 Februari 2026 - 11:10 WIB
Firda Riwu Kore. Foto/Istimewa
JAKARTA - Peristiwa seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur ( NTT ) yang mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli buku dan pena menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menguak persoalan rapuhnya perlindungan anak di Indonesia.
Ketua Umum Afirmasi Indonesia Firda Riwu Kore menilai, kejadian tersebut harus menjadi bahan refleksi serius bagi seluruh elemen pegiat pendidikan di Tanah Air.
"Kehilangan satu nyawa tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa. Negara tidak boleh absen ketika seorang anak sampai merasa tidak memiliki harapan," kata Firda Riwu Kore, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Cegah Tragedi Siswa SD di NTT Terulang, Mensesneg Minta Kepala Desa Aktif Pantau Kelompok Rentan
Menurutnya, peristiwa ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali sistem pendidikan nasional, khususnya dalam menjamin akses yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ketua Umum Afirmasi Indonesia Firda Riwu Kore menilai, kejadian tersebut harus menjadi bahan refleksi serius bagi seluruh elemen pegiat pendidikan di Tanah Air.
"Kehilangan satu nyawa tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa. Negara tidak boleh absen ketika seorang anak sampai merasa tidak memiliki harapan," kata Firda Riwu Kore, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga: Cegah Tragedi Siswa SD di NTT Terulang, Mensesneg Minta Kepala Desa Aktif Pantau Kelompok Rentan
Menurutnya, peristiwa ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali sistem pendidikan nasional, khususnya dalam menjamin akses yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.