Dikepung Banjir, Sekolah di Jakarta Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Jum'at, 23 Januari 2026 - 09:37 WIB
Banjir Jakarta membuat aktivitas warga lumpuh. Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) seluruh sekolah pada Jumat (23/1/2026). Foto/Isra Triansyah
JAKARTA - Banjir Jakarta yang terjadi sejak Kamis (22/1/2026) hingga hari ini, Jumat (23/1/2026) membuat aktivitas warga lumpuh. Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh sekolah.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 9/SE/2026. Keputusan itu dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta.



Lihat video: BREAKING NEWS Hujan Deras, Jakarta Kebanjiran

“Benar, ini tindak lanjut dari SE Sekda dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik karena cuaca ekstrem,” ujar Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, Jumat (23/1/2026).

Dalam edaran tersebut, PJJ diberlakukan hingga 28 Januari 2026. Selama kegiatan PJJ, Kepala Satuan Pendidikan diminta melakukan komunikasi secara intensif Wali Murid terkait proses pembelajaran daring ini.

Selain itu, Kepala Satuan Pendidikan juga diminta melakukan pendampingan dan pemantauan pelaksanaan proses pembelajaran jarak jauh.

Baca juga: Jakarta Dikepung Banjir, 125 RT Masih Terendam hingga Jumat Pagi

Serta memberikan alternatif pembelajaran apabila terjadi kendala dalam pelaksanaan PJJ dengan berkoordinasi kepada Dinas Pendidikan.

“Edaran ini untuk menjadi perhatian dan agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” katanya.

125 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir



Sebanyak 125 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta masih terendam banjir atau kebanjiran pada Jumat (23/1/2026) pagi. Adapun banjir itu disebabkan hujan intensitas tinggi yang terjadi sejak Kamis 22 Januari 2026 kemarin.

"Genangan 23 Januari 2026 sampai dengan pukul 06:00 WIB. 125 RT dan 14 ruas jalan tergenang," kata Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Yohan menyampaikan dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).

Jakarta Selatan menjadi wilayah yang terdampak banjir paling banyak dengan 55 RT teredam. Disusul Jakarta Barat sebanyak 38 RT. Lalu, Jakarta Timur 30 RT masih terendam banjir dan Jakarta Utara 2 RT.

Yohan menambahkan, banjir ini juga membuat ratusan jiwa mengungsi. Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) yang terdiri 28 jiwa mengungsi di di Masjid Jami Al Khaeer, Kelurahan Kedaung Kali Angke. Selain itu, 20 KK atau 65 jiwa mengungsi Aula Rusunawa KS Tubun, Kelurahan Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat.

Di Kelurahan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, 60 jiwa mengungsi di RPTRA Segas RW 06; RPTRA Intiland RW.07 sebanyak 19 jiwa; RPTRA Intiland RW.07 berjumlah 19 jiwa. Lanjut, 56 jiwa mengungsi di Aula Masjid Muhajirin RW.07; 78 jiwa di PAUD Nusantara RW.07 dan yang di pos RW 02 sebanyak 12 jiwa.

"Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur, 18 KK 69 jiwa mengungsi di Masjid Al Muqorrobin," ucap Yohan.

Wilayah Terendam Banjir di Jakarta:

1. Jakarta Barat



- Kelurahan Duri Kosambi: 5 RT

Ketinggian: 50 s.d 80 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Angke

- Kelurahan Kapuk: 3 RT

Ketinggian: 40 s.d 65 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kelurahan Kedaung Kali Angke: 8 RT

Ketinggian: 80 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kelurahan Rawa Buaya: 7 RT

Ketinggian: 45 s.d 150 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi

- Kelurahan Kedoya Selatan: 4 RT

Ketinggian: 80 cm

Penyebab: Curah Hujan Tinggi dan Luapan Kali Pesanggrahan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!