Studi Amdal Rencana Pembersihan dan Pemanfaatan Sedimentasi Laut Digelar di Bintan
Minggu, 21 Desember 2025 - 21:25 WIB
Selama sesi diskusi, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, yang tercermin dari berbagai saran, masukan, dan pendapat yang disampaikan oleh peserta.
Sebagian masyarakat menyampaikan kekhawatiran terkait potensi dampak terhadap mata pencaharian nelayan. Khususnya kemungkinan terganggunya aktivitas penangkapan ikan selama kurang lebih tiga tahun pada masa berlangsungnya kegiatan pembersihan sedimentasi.
Baca juga: Kasus Korupsi Pengelolaan Wisata Mangrove di Bintan, 7 Orang Ditetapkan Tersangka
Menanggapi hal tersebut, Yamin Pakaya menjelaskan bahwa pemrakarsa telah mempertimbangkan dampak tersebut dan menyiapkan solusi pengelolaan. "Salah satunya melalui pengembangan sistem budidaya ikan terpadu dengan jaring apung modern (mariculture) bagi nelayan yang terdampak," ujarnya Yamin Pakaya.
Selain itu, direncanakan pula program budidaya dan restorasi mangrove yang terintegrasi dengan skema karbon biru (carbon trading) sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sebagian masyarakat menyampaikan kekhawatiran terkait potensi dampak terhadap mata pencaharian nelayan. Khususnya kemungkinan terganggunya aktivitas penangkapan ikan selama kurang lebih tiga tahun pada masa berlangsungnya kegiatan pembersihan sedimentasi.
Baca juga: Kasus Korupsi Pengelolaan Wisata Mangrove di Bintan, 7 Orang Ditetapkan Tersangka
Menanggapi hal tersebut, Yamin Pakaya menjelaskan bahwa pemrakarsa telah mempertimbangkan dampak tersebut dan menyiapkan solusi pengelolaan. "Salah satunya melalui pengembangan sistem budidaya ikan terpadu dengan jaring apung modern (mariculture) bagi nelayan yang terdampak," ujarnya Yamin Pakaya.
Selain itu, direncanakan pula program budidaya dan restorasi mangrove yang terintegrasi dengan skema karbon biru (carbon trading) sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Lihat Juga :