Penanaman Pohon di Puncak Bogor Tumbuhkan Harapan dan Perkuat Ekosistem Hulu
Selasa, 09 Desember 2025 - 16:57 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Eiger Adventure Land, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan menanam pohon di lereng Gunung Pangrango, Bogor. Foto: Ist
BOGOR - Kementerian LingkunganHidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bersama Eiger Adventure Land, akademisi, pakar lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan menanam pohon di lereng Gunung Pangrango, Bogor. Ini sebagai langkah memperkuat ekosistem hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) danmengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Mengusung tema “Pulihkan Bersama, Tumbuhkan Harapan,” kegiatan ini menjadi kelanjutan dari upaya kolaboratif yang telah dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 350 pohon endemik ditanam sebagai bagian dari pemulihan vegetasi hulu yang berlangsung secara bertahap dan terukur sejak 2021.
Baca juga: Tata Kelola Kawasan Puncak Bogor, Kementerian LH Tanam Pohon di Hulu Sungai Ciliwung
Hingga kini, Eiger telah menanam lebih dari 118.000 pohon tegakan serta lebih dari 8 juta tanaman semak dan penutup tanah untuk memperkuat struktur tanah, meningkatkan kapasitas resapan air, dan menurunkan laju run-off. Upaya ini turut didukung pembangunan 5 kolam retensi dan 205 sumur resapan serta pendataan keanekaragaman hayati.
Mengusung tema “Pulihkan Bersama, Tumbuhkan Harapan,” kegiatan ini menjadi kelanjutan dari upaya kolaboratif yang telah dilakukan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Sebanyak 350 pohon endemik ditanam sebagai bagian dari pemulihan vegetasi hulu yang berlangsung secara bertahap dan terukur sejak 2021.
Baca juga: Tata Kelola Kawasan Puncak Bogor, Kementerian LH Tanam Pohon di Hulu Sungai Ciliwung
Hingga kini, Eiger telah menanam lebih dari 118.000 pohon tegakan serta lebih dari 8 juta tanaman semak dan penutup tanah untuk memperkuat struktur tanah, meningkatkan kapasitas resapan air, dan menurunkan laju run-off. Upaya ini turut didukung pembangunan 5 kolam retensi dan 205 sumur resapan serta pendataan keanekaragaman hayati.
Lihat Juga :