BMKG Ingatkan Cuaca Sumut Masih Dinamis: Waspada, Jangan Panik
Jum'at, 05 Desember 2025 - 07:39 WIB
Ia menegaskan, kondisi global saat ini sebenarnya relatif tidak signifikan untuk memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Namun, faktor-faktor regional dan lokal masih berperan dalam menjaga peluang hujan di beberapa kawasan.
Menurut Endah, sejumlah indikator global cuaca berada pada kondisi yang tidak secara khusus memperkuat potensi peningkatan curah hujan. "MJO, IOD, dan OLR (Madden-Julian Oscillation, Indian Ocean Dipole, dan Outgoing Longwave Radiation) dalam beberapa hari ini tidak terlalu mendukung terbentuknya awan hujan di Indonesia, termasuk di Sumatera bagian barat," ujarnya.
MJO, IOD, dan OLR adalah fenomena atau parameter atmosfer yang digunakan BMKG untuk menganalisis dan memprediksi pola cuaca, terutama di Indonesia, karena dapat memengaruhi curah hujan dan potensi cuaca ekstrem.
Meski demikian, wilayah Sumatera Utara dikatakan Endah tidak sepenuhnya bebas dari potensi hujan. Faktor regional berupa belokan angin dan konvergensi udara masih terpantau jelas, terutama pada jalur timur Sumatera.
"Masih ada belokan angin yang menumpuk di wilayah pesisir timur. Itulah sebabnya potensi hujan ringan hingga sedang masih bisa terjadi," jelasnya.
Fenomena atmosfer inilah yang menyebabkan kejadian hujan beberapa hari terakhir, meski kondisi global cenderung tenang. BMKG memprediksi potensi hujan pada Dasarian I dan II Desember masih akan terjadi di beberapa wilayah prioritas, yaitu Langkat, Medan, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.
Selain itu, kawasan pantai barat dan wilayah pegunungan Sumut masih menyimpan peluang hujan yang perlu diantisipasi oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.
Menurut Endah, sejumlah indikator global cuaca berada pada kondisi yang tidak secara khusus memperkuat potensi peningkatan curah hujan. "MJO, IOD, dan OLR (Madden-Julian Oscillation, Indian Ocean Dipole, dan Outgoing Longwave Radiation) dalam beberapa hari ini tidak terlalu mendukung terbentuknya awan hujan di Indonesia, termasuk di Sumatera bagian barat," ujarnya.
MJO, IOD, dan OLR adalah fenomena atau parameter atmosfer yang digunakan BMKG untuk menganalisis dan memprediksi pola cuaca, terutama di Indonesia, karena dapat memengaruhi curah hujan dan potensi cuaca ekstrem.
Meski demikian, wilayah Sumatera Utara dikatakan Endah tidak sepenuhnya bebas dari potensi hujan. Faktor regional berupa belokan angin dan konvergensi udara masih terpantau jelas, terutama pada jalur timur Sumatera.
"Masih ada belokan angin yang menumpuk di wilayah pesisir timur. Itulah sebabnya potensi hujan ringan hingga sedang masih bisa terjadi," jelasnya.
Fenomena atmosfer inilah yang menyebabkan kejadian hujan beberapa hari terakhir, meski kondisi global cenderung tenang. BMKG memprediksi potensi hujan pada Dasarian I dan II Desember masih akan terjadi di beberapa wilayah prioritas, yaitu Langkat, Medan, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.
Selain itu, kawasan pantai barat dan wilayah pegunungan Sumut masih menyimpan peluang hujan yang perlu diantisipasi oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.
Lihat Juga :