Kisah Jenderal Kopassus Sarwo Edhie Wibowo Lampiaskan Dendam Kematian Ahmad Yani hingga Tumpas PKI
Sabtu, 29 November 2025 - 08:26 WIB
Kemudian, pada 2 Oktober 1965 Soeharto memerintahkan Sarwo Edhie memulai misi menguasai Pangkalan Udara Halim. Pangkalan Udara tersebut menjadi tempat para jenderal yang diculik dan dibawa ke basis Angkatan Udara yang telah mendapat dukungan dari G30S PKI.
Meski awalnya terjadi pertempuran kecil, namun Pangkalan Udara Halim berhasil dikuasai pasukan RPKAD.
Baru-baru ini, Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo bersama 9 tokoh dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Jenderal Kopassus ini merintis karier militer di kesatuan Infanteri TNI Angkatan Darat (AD).
Kariernya mengkilap dan moncer hingga akhirnya menjabat Komandan Korps Baret Merah (Danjen Kopassus) periode 1964-1967. Sarwo Edhie pernah menjabat Ketua BP-7 Pusat, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, serta Gubernur AKABRI (sekarang Akmil).
Meski awalnya terjadi pertempuran kecil, namun Pangkalan Udara Halim berhasil dikuasai pasukan RPKAD.
Baru-baru ini, Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo bersama 9 tokoh dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Jenderal Kopassus ini merintis karier militer di kesatuan Infanteri TNI Angkatan Darat (AD).
Kariernya mengkilap dan moncer hingga akhirnya menjabat Komandan Korps Baret Merah (Danjen Kopassus) periode 1964-1967. Sarwo Edhie pernah menjabat Ketua BP-7 Pusat, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, serta Gubernur AKABRI (sekarang Akmil).
(jon)
Lihat Juga :