Kisah Jenderal Kopassus Sarwo Edhie Wibowo Lampiaskan Dendam Kematian Ahmad Yani hingga Tumpas PKI

Sabtu, 29 November 2025 - 08:26 WIB
loading...
Kisah Jenderal Kopassus...
Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo yang saat itu menjabat Panglima RPKAD yang sekarang bernama Kopassus ditugaskan memimpin pemberantasan G30S PKI. Kenapa dia dipilih? Alasannya karena kematian sahabatnya Jenderal TNI Ahmad Yani. Foto: Ist
A A A
JENDERALTNI Sarwo Edhie Wibowo yang saat itu menjabat Panglima RPKAD (Resimen Komando Angkatan darat) yang sekarang bernama Kopassus ditugaskan memimpin pemberantasan G30S PKI. Kenapa dia dipilih? Alasannya karena kematian sahabatnya Jenderal TNI Ahmad Yani yang sama-sama berasal dari Purworejo.

Sarwo Edhie Wibowo yang merupakan ayah Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, istri Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini merupakan salah satu tokoh penting dalam peristiwa penumpasan PKI. Dia juga orang kepercayaan Jenderal TNI Soeharto untuk menumpas gerakan yang didalangi komunis tersebut.

Baca juga: 3 Pangdam Lulusan Akmil 1992 usai Mutasi TNI Oktober 2025, Ada Jenderal Kostrad

Menurut laporan Sarwo Edhie pada tahun 1989 di depan DPR, operasi penumpasan PKI oleh militer memakan hingga 3 juta korban jiwa. Mereka disebutkan berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Sebelum peristiwa bersejarah itu terjadi, Sarwo Edhie pernah didatangi Brigjen Sabur selaku Komandan Resimen Tjakrabirawa atau pasukan pengamanan Presiden Soekarno yang bertanggung jawab atas G30S PKI.

Sarwo Edhie sempat diajak bergabung dalam kubu G30S, namun hal tersebut ditolaknya. Hingga setelah operasi penumpasan dilancarkan, Sarwo Edhie langsung diberikan tugas merebut beberapa lokasi strategis yang telah dikuasai kelompok separatis komunis.

Pengamanan wilayah Jakarta menjadi misi utama dalam tugas awal Sarwo Edhie sebelum bergerak menguasai Gedung RRI dan Kantor Telekomunikasi serta Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.

Dikutip dari Patikab, Pasukan RPKAD yang dipimpin Sarwo Edhie diperintahkan memulai misi pada 1 Oktober 1965 untuk merebut Gedung RRI dan Kantor Telekomunikasi.

Pahlawan Nasional

Hasilnya, pasukan khusus tersebut sukses menguasai Gedung RRI secara penuh. Tak berselang lama, Kantor Telekomunikasi juga berhasil dikuasai RPKAD.

Kemudian, pada 2 Oktober 1965 Soeharto memerintahkan Sarwo Edhie memulai misi menguasai Pangkalan Udara Halim. Pangkalan Udara tersebut menjadi tempat para jenderal yang diculik dan dibawa ke basis Angkatan Udara yang telah mendapat dukungan dari G30S PKI.

Meski awalnya terjadi pertempuran kecil, namun Pangkalan Udara Halim berhasil dikuasai pasukan RPKAD.

Baru-baru ini, Jenderal TNI Sarwo Edhie Wibowo bersama 9 tokoh dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025). Jenderal Kopassus ini merintis karier militer di kesatuan Infanteri TNI Angkatan Darat (AD).

Kariernya mengkilap dan moncer hingga akhirnya menjabat Komandan Korps Baret Merah (Danjen Kopassus) periode 1964-1967. Sarwo Edhie pernah menjabat Ketua BP-7 Pusat, Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, serta Gubernur AKABRI (sekarang Akmil).
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Profil Jenderal Kopassus...
Profil Jenderal Kopassus Lucky Avianto, Peraih Adhi Makayasa Akmil 1996 yang Kini Jabat Pangkogabwilhan III
3 Pangdam Lulusan Akmil...
3 Pangdam Lulusan Akmil 1992 Teman Satu Angkatan Irjenad Letjen TNI Erwin Djatniko
7 Brigjen TNI Digeser...
7 Brigjen TNI Digeser ke Daerah usai Mutasi Februari 2026, Salah Satunya Wadan Seskoad
Profil Danrem 011 Kolonel...
Profil Danrem 011 Kolonel Ali Imran, Perwira Kopassus yang Viral Bubarkan Konvoi Berbendera GAM
Mutasi TNI Terbaru 2025,...
Mutasi TNI Terbaru 2025, Jenderal Kopassus Brigjen Aulia Dwi Nasrullah Jadi Kapuspen
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Jabat Wakil Kepala BGN,...
Jabat Wakil Kepala BGN, Mayjen Trenggono Ajukan Pensiun Dini dari TNI
Rekomendasi
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo Digelar Besok Pagi di PN Jaksel
5 Fakta Kim Jong-un...
5 Fakta Kim Jong-un Enggan Berbicara tentang Ibunya, Dijuluki Anak Haram dari Seorang Selir
Berita Terkini
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved