Dedikasi Konservasi Alam, Ronny Lukito Terima Anugerah Kujang dari Budayawan Jabar

Sabtu, 08 November 2025 - 14:25 WIB
Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) seluas 253,66 hektare. Kedua, lahan kritis di kawasan PTPN I Regional 2 seluas 73,23 hektare.

EAL juga dikenal melalui pendekatan humanis dan kolaboratif dalam pemulihan lahan negara yang sebelumnya dimanfaatkan secara ilegal oleh 83 penggarap. Sebagai solusi, EAL membangun 30 rumah relokasi, musala, dan sekolah PAUD, sebuah langkah yang diapresiasi banyak pihak karena menyeimbangkan kepentingan sosial dan lingkungan. Baca juga: Eiger Buka Toko di Swiss, Brand Outdoor Asal Bandung ini Tantang Merek Top Dunia

Dalam aspek ekologi, EAL melaksanakan berbagai program pelestarian. Mulai dari penanaman lebih dari 100.000 pohon dan 1,8 juta tanaman semak, adopsi 1.800 pohon di kawasan TNGGP, pembangunan 5 kolam retensi dan 120 sumur resapan, serta pemanfaatan lahan hijau hingga 90% dengan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) hanya 9%.

Selain EAL, EIGER juga menginisiasi berbagai program konservasi seperti Mountain & Jungle Course (MJC), Zero Waste Mountain, Ekspedisi Ekologis Black Borneo, serta EIGER Conservation Site di KidZania. EIGER juga berkomitmen terhadap pengembangan produk ramah lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab ekologis perusahaan.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!