Gen Z Diimbau Jangan Mudah Terpapar Misinformasi di Era Digital

Jum'at, 07 November 2025 - 17:08 WIB
“Sumber air terbukti berasal dari sistem air pegunungan melalui hasil penelitian hidro isotop, yang menunjukkan kesamaan ‘DNA’ airnya dengan air hujan yang tersimpan di akuifer pegunungan tempat pabrik kami berada. Jadi pengeboran hanyalah cara untuk mengakses air dari sistem pegunungan, bukan mengambil air tanah secara sembarangan,” jelas Arif.

Arif menambahkan, untuk menjaga kelestarian sumber air pihaknya menjalankan konservasi terintegrasi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS). Upaya ini meliputi penanaman pohon dan pembuatan sumur resapan di hulu, penerapan pertanian regeneratif di tengah DAS, hingga program Water Access, Sanitation, and Hygiene (WASH) — inisiatif penyediaan akses air bersih dan sanitasi berbasis partisipasi masyarakat.

Seorang mahasiswa Vokasi UI peserta acara mengaku mendapatkan pemahaman baru setelah mendengar penjelasan Arif.

“Penjelasan Pak Arif menjawab kesalahpahaman saya. Saya juga jadi tahu bagaimana mereka menjaga kelestarian lingkungan lewat program konservasi. Menarik sekali melihat sisi komunikasi dari dunia industri,” ujarnya.

Kaprodi Humas Vokasi UI, Mareta Maulidiyanti, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para narasumber dan berharap kolaborasi serupa terus berlanjut.

“Kehadiran praktisi seperti Pak Arif memperkaya wawasan mahasiswa. Kami ingin melahirkan generasi komunikator muda yang kritis, adaptif, dan tidak mudah terpengaruh misinformasi,” tuturnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!