57 Sampel DNA Keluarga Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Diuji di Pusdokkes Polri

Sabtu, 04 Oktober 2025 - 11:07 WIB
"Harapannya, para santri yang selamat dapat memberikan keterangan tentang ciri khas pakaian, atribut, atau barang milik rekan mereka, untuk membantu proses identifikasi sekunder," ujarnya.

Khusnan menjelaskan meski tim telah melakukan proses identifikasi dan rekonsiliasi antara data antemortem dan postmortem sejak Senin lalu, hingga saat ini belum ada kecocokan yang ditemukan. Proses pencocokan terkendala sejumlah faktor, di antaranya banyak korban belum memiliki KTP, serta kesulitan teknis dalam pencocokan sidik jari akibat kondisi tinta pada dokumen atau jenazah yang telah mengalami pembusukan.

"Tingkat kesulitannya adalah di antaranya rata-rata belum ber-KTP, sehingga kalau sebagai pembandingnya korban adalah kita berusaha meminta apakah itu rapor, apakah itu ijazah yang dipunyai yang ada cap jempol ibu jari maupun sidik jarinya dari tiga jari," ujar Khusnan.

Tingkat kesulitan lainnya, beberapa data yang telah diterima itu karena tintanya terlalu tebal, tidak bisa dengan jelas dan dirumus oleh Tim Inafis. "Di samping itu, dari korban juga sudah terjadi pembusukan tingkat kesulitan beliau mengambil sidik jari jenazah untuk dirumus terjadi kesulitan," katanya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!