Delegasi 20 Negara Kunjungi Bandung, Pelajari Inovasi Budidaya Bawang Merah

Jum'at, 19 September 2025 - 13:41 WIB
Teknologi TSS hadir menjawab masalah tersebut. Melalui pengembangan varietas unggul, EWINDO memperkenalkan metode budidaya bawang merah dari biji, bukan umbi bibit. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa penggunaan TSS mampu meningkatkan produktivitas rata-rata hingga lebih dari 25 ton/ha, dengan kualitas hasil yang lebih seragam dan lebih tahan penyakit.

Baca juga: Ekspor Bawang Goreng lewat Upland Project Kementan Buka Pintu Awal Beri Kesejahteraan Petani

“Inovasi ini memberikan hasil sangat signifikan. Petani tidak hanya memperoleh panen lebih tinggi, tetapi juga lebih stabil. Dari sisi distribusi, benih dalam bentuk biji lebih mudah didistribusikan, disimpan dan dapat menjangkau wilayah yang selama ini sulit diakses oleh pasokan umbi,” ujar Managing Director EWINDO, Glenn Pardede Jumat (19/9/2025).

Bagi petani kecil, inovasi ini berdampak besar pada kesejahteraan keluarga mereka. Penggunaan TSS dapat meningkatkan keuntungan petani terutama karena biaya pembelian umbi bibit yang relatif mahal dapat ditekan. Jika pada metode tradisional petani membutuhkan 1,5–2 ton umbi/ha sebagai bibit dengan biaya Rp 40-60 juta, maka dengan TSS kebutuhannya hanya 3-4 kg biji/ha senilai Rp 12-16 juta.

Memang, dengan TSS petani membutuhkan waktu penyemaian benih sekitar 30 hari. Namun, jika tak ingin menyemai sendiri, petani dapat memanfaatkan umbi bibit dari sistem TSS yang dikembangkan oleh petani penyemai dengan kisaran biaya Rp30 juta/ha.

Hal ini berdampak pada potensi penghematan biaya produksi hingga kisaran 25-50% dibanding menanam dengan umbi. Efisiensi input ini memberi ruang lebih besar bagi petani untuk mengalokasikan modal ke pupuk, teknologi irigasi, atau tabungan keluarga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!