SDN Kalirungkut I Borong Juara, Berikut Daftar Lengkap Pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya
Senin, 25 Agustus 2025 - 09:42 WIB
Olivia yang dibayangi pemain SDN Ngagel Rejo di depan gawang sukses memberikan sontekan tipis dan menyarangkan bola ke gawang di menit pertama. Tak sampai satu menit kemudian, Agnia membuat gol melalui skema tendangan bebas yang melesat masuk ke gawang tanpa disadari oleh kiper Aerelyn Belvania Ardianto.
Kedudukan 2-0 menambah semarak atmosfer pertandingan final. Jual beli serangan kembali terjadi di sisa babak pertama. SDN Kalirungkut I/264 sering melakukan pressing di zona bahaya dan mengoyak pertahanan SDN Ngagel Rejo I/396. Counter attack yang dikomandoi oleh Atsilah Dhia Syarafana masih bisa dipatahkan jadi bola-bola mati.
Sejumlah peluang bagi kedua tim sejatinya tercipta, sayangnya masih gagal dikonversi menjadi gol. Kondisi ini mendorong pertandingan berjalan alot. Kebuntuan kembali terpecah oleh Agnia yang mampu menceploskan bola lewat direct shooting dari sisi kanan lapangan tepat masuk ke gawang lawan. Papan skor berubah menjadi 3-0 hingga akhir babak pertama.
Usai turun minum, SDN Kalirungkut I/264 menambah motivasi untuk gencar melancarkan serangan demi mempertebal keunggulan. Agnia mencetak hattrick usai diberi hadiah tendangan bebas dari tengah lapangan. Bola yang dilesatkan dengan kaki kanannya itu mampu menukik langsung ke arah gawang tanpa bisa dibaca oleh kiper lawan. Usai mempertebal keunggulan menjadi 4-0, SDN Kalirungkut I/264 terus memperkokoh pertahanan hingga babak kedua berakhir.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi tim KU-10 SDN Kalirungkut I/264. Pada MilkLife Soccer Challenge Surabaya 2025 lalu, mereka harus puas di posisi runner-up. “Kerja keras dan latihan kami terbayar di babak final ini karena akhirnya bisa bawa piala juara KU 10. Pertandingannya capek tapi seru karena belum pernah melawan tim SDN Ngagel Rejo I/396 jadi deg-degan gimana bermain dengan mereka,” kata Agnia yang meraih gelar Best Player KU 10.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh memberi dukungan penuh penyelenggaraan MLSC Surabaya Seri 1 2025 - 2026. Ia menilai bahwa olahraga seperti sepak bola juga berpengaruh terhadap pengembangan talenta para siswi. Dengan demikian, Yusuf berharap agar di gelaran berikutnya animo peserta semakin meningkat yang diimbangi dengan kualitas di lapangan.
“Ini apresiasi untuk para siswi Surabaya dan semoga dapat terus berlanjut karena MilkLife Soccer Challenge juga salah satu cara untuk membangun talenta siswi. Harapannya dari hari ini mereka bisa bercerita pengalaman mereka mengikuti turnamen sehingga dapat dicontoh dan berimbas pada sekolah lain. Untuk program pengembangan talenta seperti ini akan terus kami sosialisasikan agar sekolah-sekolah yang ingin ikut serta dapat mempersiapkan diri,” kata Yusuf Masruh.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Surabaya, Sai Dong menyebut kualitas peserta MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025 - 2026 mengalami peningkatan, baik secara tim maupun individu. Hal tersebut dinilai menjadi angin segar tim talent scouting guna mengembangkan kemampuan teknik maupun mental para atlet dalam program MilkLife Extra Training. Tercatat ada 21 nama baru yang memenuhi kriteria untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Selain antusiasme, kemampuan peserta juga menunjukkan progres yang sangat baik karena kemungkinan besar banyak yang sudah bergabung dengan SSB. Saya rasa MilkLife Soccer Challenge memiliki dampak yang sangat kuat dalam ekosistem sepak bola putri Indonesia mulai dari mengenalkan dunia sepak bola dari usia sangat dini di KU 8 hingga penyelenggaraan turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan. Teknik bermain bola, kecepatan, daya juang, mampu menempatkan diri pada posisi dan bertanggung jawab menjadi kriteria penilaian peserta bisa masuk dalam radar tim talent scouting,” jelas Coach Sai Dong.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto mengatakan penyelenggaraan MLSC Surabaya Seri 1 2025 - 2026 menjadi komitmen untuk terus menjaga pertumbuhan ekosistem sepak bola putri secara berjenjang dan berkelanjutan. Tak hanya di kelompok usia dini, Edi menambahkan HYDROPLUS Soccer League U-14 yang sebelumnya hanya digelar di Kudus, Jawa Tengah juga dicanangkan bergulir di Surabaya, sebagai wadah perkembangan para putri yang telah mengasah kemampuan mereka di SSB. Hal ini tak lepas dari banyaknya SSB di Kota Surabaya yang telah membuka kelas untuk putri.
“Semangat para putri di Surabaya sangat membara untuk berlaga di MilkLife Soccer Challenge, begitu pun dukungan orangtua dan sekolah. Kami berharap, hal tersebut bisa menular di kota-kota lain, sehingga roda ekosistem sepak bola putri terus berputar dan menghasilkan atlet-atlet yang nantinya akan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Untuk lebih meningkatkan kualitas kemampuan pesepakbola putri belia ini, kami berencana menyelenggarakan liga antar SSB di Surabaya yakni HYDROPLUS Soccer League U-14 agar ekosistem pembinaan sepak bola putri juga berjalan di tingkat selanjutnya,” kata Edi Supriyanto.
Pada MLSC Surabaya Seri 1 2025 - 2026 terdapat lima SSB yang membuka pendaftaran secara langsung untuk para peserta, yakni Meta Football, Bina Yunior Surabaya FC, Haggana FC Surabaya, Bintang Derma FC dan Satria Muda Dewi.
Sekadar diketahui, antusiasme para siswi Kota Pahlawan untuk ikut ambil bagian dalam MilkLife Soccer Challenge terus menunjukkan tren positif. Pada penyelenggaraan MLSC Surabaya Seri 1 2024 tercatat 1.631 peserta. Kemudian MLSC Surabaya Seri 2 2024 sebanyak 1.476 siswi. Sementara di MLSC Surabaya 2025, jumlah peserta kembali meningkat menjadi 1.633 siswi.
Kedudukan 2-0 menambah semarak atmosfer pertandingan final. Jual beli serangan kembali terjadi di sisa babak pertama. SDN Kalirungkut I/264 sering melakukan pressing di zona bahaya dan mengoyak pertahanan SDN Ngagel Rejo I/396. Counter attack yang dikomandoi oleh Atsilah Dhia Syarafana masih bisa dipatahkan jadi bola-bola mati.
Sejumlah peluang bagi kedua tim sejatinya tercipta, sayangnya masih gagal dikonversi menjadi gol. Kondisi ini mendorong pertandingan berjalan alot. Kebuntuan kembali terpecah oleh Agnia yang mampu menceploskan bola lewat direct shooting dari sisi kanan lapangan tepat masuk ke gawang lawan. Papan skor berubah menjadi 3-0 hingga akhir babak pertama.
Usai turun minum, SDN Kalirungkut I/264 menambah motivasi untuk gencar melancarkan serangan demi mempertebal keunggulan. Agnia mencetak hattrick usai diberi hadiah tendangan bebas dari tengah lapangan. Bola yang dilesatkan dengan kaki kanannya itu mampu menukik langsung ke arah gawang tanpa bisa dibaca oleh kiper lawan. Usai mempertebal keunggulan menjadi 4-0, SDN Kalirungkut I/264 terus memperkokoh pertahanan hingga babak kedua berakhir.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi tim KU-10 SDN Kalirungkut I/264. Pada MilkLife Soccer Challenge Surabaya 2025 lalu, mereka harus puas di posisi runner-up. “Kerja keras dan latihan kami terbayar di babak final ini karena akhirnya bisa bawa piala juara KU 10. Pertandingannya capek tapi seru karena belum pernah melawan tim SDN Ngagel Rejo I/396 jadi deg-degan gimana bermain dengan mereka,” kata Agnia yang meraih gelar Best Player KU 10.
Peningkatan Kuantitas Putri Surabaya Selaras dengan Kualitas
Kuantitas dan kualitas para putri Kota Pahlawan menunjukkan tren positif dalam ajang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025 - 2026. Kali ini, 1.662 siswi dari 79 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) dari kota Surabaya dan sekitarnya ikut ambil bagian dalam turnamen sepak bola putri yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Mereka terbagi dalam 88 tim KU 12 dan 64 tim KU 10 untuk unjuk kebolehan mengolah ‘si kulit bundar’ sekaligus merebut gelar yang terbaik pada seri ini.Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh memberi dukungan penuh penyelenggaraan MLSC Surabaya Seri 1 2025 - 2026. Ia menilai bahwa olahraga seperti sepak bola juga berpengaruh terhadap pengembangan talenta para siswi. Dengan demikian, Yusuf berharap agar di gelaran berikutnya animo peserta semakin meningkat yang diimbangi dengan kualitas di lapangan.
“Ini apresiasi untuk para siswi Surabaya dan semoga dapat terus berlanjut karena MilkLife Soccer Challenge juga salah satu cara untuk membangun talenta siswi. Harapannya dari hari ini mereka bisa bercerita pengalaman mereka mengikuti turnamen sehingga dapat dicontoh dan berimbas pada sekolah lain. Untuk program pengembangan talenta seperti ini akan terus kami sosialisasikan agar sekolah-sekolah yang ingin ikut serta dapat mempersiapkan diri,” kata Yusuf Masruh.
Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge Surabaya, Sai Dong menyebut kualitas peserta MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025 - 2026 mengalami peningkatan, baik secara tim maupun individu. Hal tersebut dinilai menjadi angin segar tim talent scouting guna mengembangkan kemampuan teknik maupun mental para atlet dalam program MilkLife Extra Training. Tercatat ada 21 nama baru yang memenuhi kriteria untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Selain antusiasme, kemampuan peserta juga menunjukkan progres yang sangat baik karena kemungkinan besar banyak yang sudah bergabung dengan SSB. Saya rasa MilkLife Soccer Challenge memiliki dampak yang sangat kuat dalam ekosistem sepak bola putri Indonesia mulai dari mengenalkan dunia sepak bola dari usia sangat dini di KU 8 hingga penyelenggaraan turnamen yang berjenjang dan berkelanjutan. Teknik bermain bola, kecepatan, daya juang, mampu menempatkan diri pada posisi dan bertanggung jawab menjadi kriteria penilaian peserta bisa masuk dalam radar tim talent scouting,” jelas Coach Sai Dong.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Edi Supriyanto mengatakan penyelenggaraan MLSC Surabaya Seri 1 2025 - 2026 menjadi komitmen untuk terus menjaga pertumbuhan ekosistem sepak bola putri secara berjenjang dan berkelanjutan. Tak hanya di kelompok usia dini, Edi menambahkan HYDROPLUS Soccer League U-14 yang sebelumnya hanya digelar di Kudus, Jawa Tengah juga dicanangkan bergulir di Surabaya, sebagai wadah perkembangan para putri yang telah mengasah kemampuan mereka di SSB. Hal ini tak lepas dari banyaknya SSB di Kota Surabaya yang telah membuka kelas untuk putri.
“Semangat para putri di Surabaya sangat membara untuk berlaga di MilkLife Soccer Challenge, begitu pun dukungan orangtua dan sekolah. Kami berharap, hal tersebut bisa menular di kota-kota lain, sehingga roda ekosistem sepak bola putri terus berputar dan menghasilkan atlet-atlet yang nantinya akan mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Untuk lebih meningkatkan kualitas kemampuan pesepakbola putri belia ini, kami berencana menyelenggarakan liga antar SSB di Surabaya yakni HYDROPLUS Soccer League U-14 agar ekosistem pembinaan sepak bola putri juga berjalan di tingkat selanjutnya,” kata Edi Supriyanto.
Pada MLSC Surabaya Seri 1 2025 - 2026 terdapat lima SSB yang membuka pendaftaran secara langsung untuk para peserta, yakni Meta Football, Bina Yunior Surabaya FC, Haggana FC Surabaya, Bintang Derma FC dan Satria Muda Dewi.
Sekadar diketahui, antusiasme para siswi Kota Pahlawan untuk ikut ambil bagian dalam MilkLife Soccer Challenge terus menunjukkan tren positif. Pada penyelenggaraan MLSC Surabaya Seri 1 2024 tercatat 1.631 peserta. Kemudian MLSC Surabaya Seri 2 2024 sebanyak 1.476 siswi. Sementara di MLSC Surabaya 2025, jumlah peserta kembali meningkat menjadi 1.633 siswi.
Berikut daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025 - 2026:
Kategori Usia 10Lihat Juga :