SPPG Kebon Jeruk Beroperasi, Siap Sajikan MBG Seusai Standar ISO

Jum'at, 22 Agustus 2025 - 18:18 WIB
"Untuk menjaga agar makanan berkualitas higienis dan mempunyai daya tarik bagi para pelajar karena saya katakan tadi di daerah perkotaan itu harus lebih selektif, lebih spesifik, harus sesuai dengan selera mereka. Jangan sampai kita ego menentukan menu tetapi tidak selaras dengan keinginan para pelajar itu yang penting," papar Erwin.

Lebih lanjut Erwin menerangkan secara manajerial SPPG tersebut harus betul betul sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ditetapkan dari BGN. Pasalnya jika tidak melaksanakan SOP dengan baik nanti ada beberapa hal yang bisa sangat merugikan.

"Contoh, umpamanya kami barusan mengecek tentang saluran gas, SOP penggunaan gas itu jangan disepelekan, sekecil apapun bisa menjadi riskan. Kemudian SPPG ini kebanyakan baru, tetapi mempunyai pelatihan yang sangat praktis teknis, sehingga mereka adaptasinya cepat," ungkapnya.

Erwin menyebutkan pihak pemerintah akan terus menambah keberadaan SPPG di seluruh Indonesia termasuk di Jakarta.

"Untuk di Jakarta keberadaan SPPG akan masih terus ditambah karena masih kurang sekali, masih kurang. Karena kita tidak mengejar kuantitas tetapi kualitas. Jadi kami membuat video video SPPG yang terbaik sehingga menjadikan rujukan kepada tempat-tempat yang lain. Itu strategi yang dibuat oleh penyelenggara demikian," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani berharap SPPG ini bisa dijadikan percontohan untuk SPPG lainnya yang akan beroperasional di wilayah Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.

"Secara operasional SPPG Kecamatan Kebon Jeruk ini sudah sangat baik, bahan makanan yang digunakan adalah bahan yang segar. Intinya kita sangat bangga haru dan senang atas beroperasionalnya SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah di Kecamatan Kebon Jeruk ini," kata Rany.

Rany juga menekankan agar SPPG Kebon Jeruk dapat menyiapkan MBG dengan sepenuh hati.

"Penyiapan makanan harus menggunakan hati. Karena saya membayangkan para petugas disini khususnya yang perempuan sebagai seorang ibu meninggalkan anak dan keluarga untuk membuat 3.500 porsi makanan setiap hari itu bukan hal yang mudah dan butuh semangat kebersamaan," tambah Rany.

Kepala SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Siti Rahma Mpd menerangkan SPPG ini berlandaskan pada nilai nilai keislaman sehingga selalu menjaga makanan halal dan higienis sesuai syariat Islam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!