Penyerbuan Belanda ke Benteng Warisan Mataram Dibalas Serangan Balasan Pasukan Diponegoro
Selasa, 19 Agustus 2025 - 12:50 WIB
Baca juga: 6 Brigjen Pol Naik Pangkat Setelah Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri Awal Agustus 2025
Pada 23 Agustus 1826, desa Gading diduduki oleh pasukan Diponegoro untuk memutuskan jalur komunikasi Surakarta-Klaten. Dengan kekuatan 10.000 prajurit, pada 28 Agustus 1826 Delanggu yang dipertahankan 500 orang jatuh ke tangan Diponegoro. Sejumlah kereta pengangkut uang dan logistik dirampas.
Sementara itu, pasukan Diponegoro yang berasal dari Mataram link-up dengan pasukan prajurit Kiai Mojo dari Pajang, bergerak menuju Surakarta. Namun, gerakan pasukan ini berhasil ditahan di Desa Gawok. Pasukan Diponegoro mengalami kekalahan, pada tanggal 26 Oktober 1926.
Pangeran Diponegoro terluka, tetapi berhasil meloloskan diri. Sejak kekalahannya di Gawok, offensive Diponegoro terhenti, pasukannya mundur ke wilayah Pajang, dan tersebar di beberapa tempat, antara lain, Prambanan, Kalasan, Pulowatu, Jatinom, dan Delanggu.
Pada 23 Agustus 1826, desa Gading diduduki oleh pasukan Diponegoro untuk memutuskan jalur komunikasi Surakarta-Klaten. Dengan kekuatan 10.000 prajurit, pada 28 Agustus 1826 Delanggu yang dipertahankan 500 orang jatuh ke tangan Diponegoro. Sejumlah kereta pengangkut uang dan logistik dirampas.
Sementara itu, pasukan Diponegoro yang berasal dari Mataram link-up dengan pasukan prajurit Kiai Mojo dari Pajang, bergerak menuju Surakarta. Namun, gerakan pasukan ini berhasil ditahan di Desa Gawok. Pasukan Diponegoro mengalami kekalahan, pada tanggal 26 Oktober 1926.
Pangeran Diponegoro terluka, tetapi berhasil meloloskan diri. Sejak kekalahannya di Gawok, offensive Diponegoro terhenti, pasukannya mundur ke wilayah Pajang, dan tersebar di beberapa tempat, antara lain, Prambanan, Kalasan, Pulowatu, Jatinom, dan Delanggu.
(cip)
Lihat Juga :