Festival Kali Brantas, Ruwatan Ekologis dan Doa untuk Sungai Jadi Event Pamungkas
Kamis, 31 Juli 2025 - 06:35 WIB
"Wayang topeng ini adalah penggambaran tangisan dari Brantas, suara dari alam yang selama ini kita abaikan. Festival ini bukan hanya panggung hiburan, tapi ruang kontemplasi kolektif tentang hubungan manusia dengan air sebagai sumber kehidupan," terang Ki Demang.
Festival Kali Brantas #4 tahun ini menjadi yang terbesar, digelar lintas kawasan, mulai dari Petik Tirta Amerta di hulu Sumber Brantas, Arboretum Kota Batu (25 Juli), dilanjutkan dengan Kenduren dan Larung Sesaji di Kampung Grabah Penanggungan (26 Juli), dan puncaknya pada (27 Juli) dengan aksi bersih-bersih Rijik-Rijik Kali Brantas yang dilakukan serempak di tujuh kampung: Kampung Keramik Dinoyo, Grabah Penanggungan, Kampung Putih, Tridi, Warna-Warni, Lampion, hingga Kampung Biru Arema. Baca juga: Kampung Warna-Warni di Indonesia, Mungkin Salah Satunya Ada di Kotamu
"Festival ini adalah perwujudan gotong royong, gugur gunung masyarakat lintas kampung dalam menjaga dan meruwat sungai sebagai nadi kehidupan. Kali Brantas tidak lagi sekadar aliran air, tapi juga ruang budaya, spiritualitas, dan solidaritas ekologis," jelas Ki Demang.
Adapun Festival Kali Brantas #4 didukung oleh komunitas kampung tematik, pegiat budaya, pokdarwis, dan pelaku seni tradisi se-Malang Raya. "Kami berharap, peringatan hari Sungai Nasional tidak berhenti di seremoni, tapi menjadi gerakan nyata menjaga sungai sebagai warisan bersama," tandas Ki Demang.
Festival Kali Brantas #4 tahun ini menjadi yang terbesar, digelar lintas kawasan, mulai dari Petik Tirta Amerta di hulu Sumber Brantas, Arboretum Kota Batu (25 Juli), dilanjutkan dengan Kenduren dan Larung Sesaji di Kampung Grabah Penanggungan (26 Juli), dan puncaknya pada (27 Juli) dengan aksi bersih-bersih Rijik-Rijik Kali Brantas yang dilakukan serempak di tujuh kampung: Kampung Keramik Dinoyo, Grabah Penanggungan, Kampung Putih, Tridi, Warna-Warni, Lampion, hingga Kampung Biru Arema. Baca juga: Kampung Warna-Warni di Indonesia, Mungkin Salah Satunya Ada di Kotamu
"Festival ini adalah perwujudan gotong royong, gugur gunung masyarakat lintas kampung dalam menjaga dan meruwat sungai sebagai nadi kehidupan. Kali Brantas tidak lagi sekadar aliran air, tapi juga ruang budaya, spiritualitas, dan solidaritas ekologis," jelas Ki Demang.
Adapun Festival Kali Brantas #4 didukung oleh komunitas kampung tematik, pegiat budaya, pokdarwis, dan pelaku seni tradisi se-Malang Raya. "Kami berharap, peringatan hari Sungai Nasional tidak berhenti di seremoni, tapi menjadi gerakan nyata menjaga sungai sebagai warisan bersama," tandas Ki Demang.
(poe)
Lihat Juga :