Pengembangan Korporasi Kedelai di Grobogan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Rabu, 09 September 2020 - 09:25 WIB
Matamari menambahkan, kendala yang dihadapi petani kedelai saat ini persiapan yang belum optimal karena adanya pembangunan jaringan. Selain itu, serangan OPT seperti ulat penggulung daun, penggerek polong, dan lainnya, serta ketersediaan benih varietas Gepak Ijo yang besertifikat sulit didapat. (Baca juga: Kemendikbud Khawatir Banyak Anak Putus Sekolah Akibat Covid-19)
“Jaringan pipa masih diperbaiki, untuk pengendalian OPT, kami sudah koordinasi dengan POPT untuk dilakukan pengendalian OPT secara bijak dan menggunakan agensia hayati,” katanya.
Sukron, ketua Poktan Pangudi Makmur, saat kami temui di lahan kedelai miliknya mengatakan bahwa hasil dari pertanaman kedelai sampai saat ini cukup menguntungkan. “Hasil panen biasanya kami jual ke pabrik untuk diolah menjadi susu kedelai, makanan ringan, dan sebagian lagi khususnya varietas Gepak Ijo kami jual ke pasar tradisional untuk dijadikan kecambah,” katanya.
Sukron gembira dengan adanya rencana Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan program korporasi kedelai di desanya. “Walaupun hasil panen kami selalu ada yang membeli, tapi dengan adanya program ini kami mengharapkan akan mendapatkan hasil lebih baik dari penjualan kedelai kami,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Amirudin Pohan menyatakan, pertumbuhan tanaman kedelai di Kecamatan Ngaringan saat ini cukup memuaskan sehingga perkirakan produktivitasnya tinggi. Saat ini kebutuhan kedelai nasional sangat besar. (Baca juga: Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini)
“Jaringan pipa masih diperbaiki, untuk pengendalian OPT, kami sudah koordinasi dengan POPT untuk dilakukan pengendalian OPT secara bijak dan menggunakan agensia hayati,” katanya.
Sukron, ketua Poktan Pangudi Makmur, saat kami temui di lahan kedelai miliknya mengatakan bahwa hasil dari pertanaman kedelai sampai saat ini cukup menguntungkan. “Hasil panen biasanya kami jual ke pabrik untuk diolah menjadi susu kedelai, makanan ringan, dan sebagian lagi khususnya varietas Gepak Ijo kami jual ke pasar tradisional untuk dijadikan kecambah,” katanya.
Sukron gembira dengan adanya rencana Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan program korporasi kedelai di desanya. “Walaupun hasil panen kami selalu ada yang membeli, tapi dengan adanya program ini kami mengharapkan akan mendapatkan hasil lebih baik dari penjualan kedelai kami,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Amirudin Pohan menyatakan, pertumbuhan tanaman kedelai di Kecamatan Ngaringan saat ini cukup memuaskan sehingga perkirakan produktivitasnya tinggi. Saat ini kebutuhan kedelai nasional sangat besar. (Baca juga: Mengenal Penyakit Batu Empedu Sejak Dini)
Lihat Juga :