Pemprov Sumsel Berikan Edukasi Komunikasi dan Informasi di Era Normal Baru
Selasa, 08 September 2020 - 18:33 WIB
Kadis Kominfo Sumsel Achmad Rizwan pada rapat koordinasi bidang keprotokolan se-Sumsel di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Selasa (8/9/2020).
PALEMBANG - Era normal baru menuntut masyarakat untuk dapat beraktivitas seperti biasa namun dengan tetap memperhatikan aturan dan protokol kesehatan yang telah diberlakukan untuk cegah tangkal Covid-19. Oleh sebab itu, masyarakat cenderung mengubah teknik berkomunikasi secara virtual dengan memanfaatkan teknologi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru diwakili Kadis Kominfo Sumsel Achmad Rizwan saat menjadi narasumber pada rapat koordinasi bidang keprotokolan se-Sumatera Selatan tahun 2020 dengan tema 'Komunikasi dan Informasi di Era New Normal' yang diselenggarakan oleh Pemprov Sumsel melalui Biro Humas dan Protokol Setda Sumsel di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Selasa (8/9/2020).
"Kemampuan menggunakan komunikasi menjadi sesuatu yang penting di era new normal. Pasalnya tetap terkoneksi dengan orang lain telah menjadi kebutuhan utama saat ini. Terpisahkan oleh jarak yang jauh dan perbedaan waktu dalam berkomunikasi dapat kita atasi dengan memanfaatkan aplikasi dan media sosial yang ada," ujarnya.
Kurangnya komunikasi dan informasi di era new normal dapat menimbulkan banyak opini dan membuat sebagian masyarakat panik dan mudah percaya hoax.
Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Sumsel Herman Deru diwakili Kadis Kominfo Sumsel Achmad Rizwan saat menjadi narasumber pada rapat koordinasi bidang keprotokolan se-Sumatera Selatan tahun 2020 dengan tema 'Komunikasi dan Informasi di Era New Normal' yang diselenggarakan oleh Pemprov Sumsel melalui Biro Humas dan Protokol Setda Sumsel di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Selasa (8/9/2020).
"Kemampuan menggunakan komunikasi menjadi sesuatu yang penting di era new normal. Pasalnya tetap terkoneksi dengan orang lain telah menjadi kebutuhan utama saat ini. Terpisahkan oleh jarak yang jauh dan perbedaan waktu dalam berkomunikasi dapat kita atasi dengan memanfaatkan aplikasi dan media sosial yang ada," ujarnya.
Kurangnya komunikasi dan informasi di era new normal dapat menimbulkan banyak opini dan membuat sebagian masyarakat panik dan mudah percaya hoax.
Lihat Juga :