Ibas: Museum Jembatan Peradaban dan Masa Depan Bangsa
Minggu, 18 Mei 2025 - 14:31 WIB
Di tengah dinamika global yang penuh gejolak baik dari sisi geopolitik maupun ekonomi, IWakil Rakyat dari Partai Demokrat ini menyerukan pentingnya menjaga stabilitas dalam negeri, termasuk menolak praktik premanisme yang mengancam harmoni masyarakat. Ibas menyoroti kearifan lokal Bali seperti keberadaan pecalang sebagai contoh bagaimana budaya mampu menjadi benteng pertahanan sosial.
“Kita di Indonesia harus memastikan betul, keamanan, kenyamanan, keramahan, dan kenangan itu dapat kita cipta. Saya juga mendorong di hadapan saudara-saudara kita di Tanah Air agar stabilitas keamanan tetap terjaga dan mari sama-sama kita tolak terjadinya premanisme di mana-mana,” jelasnya.
Dalam pidatonya, Ibas yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin ini menyoroti kondisi ekonomi global yang tengah tidak stabil akibat perang dagang antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Ia menyebut ketegangan ini menimbulkan ketidakpastian yang berdampak langsung pada arus perdagangan dan pengembangan ekonomi di kawasan, termasuk Indonesia.
Menurutnya, sektor seni, budaya, museum, dan pariwisata sangat bergantung pada masuknya ekonomi global, sehingga dibutuhkan investasi, kerja sama, dan kolaborasi untuk mendorong kemajuan ekonomi nasional.
“Karena berbicara seni budaya museum dan pariwisata, kita butuh ekonomi dunia masuk ke dalam negeri. Kita tidak cukup mengandalkan ekonomi bangsa saja, tapi kita perlu investasi, kita perlu kerjasama, kita perlu kolaborasi untuk memutarkan perekonomian kita menjadi lebih maju dan lebih berkembang.” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Wakil Rakyat Partai Demokrat Dapil Jatim VII ini menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan memajukan pariwisata Bali di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi global. Ibas mengajak semua pihak untuk tidak melupakan kekayaan alam dan budaya Bali.
Ia juga menyoroti tren wisata berbasis teknologi seperti wisata angkasa dan virtual reality.
“Kita tidak ingin Indonesia, Bali yang terkenal dengan persona alamnya, kecantikan alamnya dan peninggalan sejarahnya kemudian dilupakan.” ujar Ibas
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini juga mendorong rebranding destinasi wisata agar semakin menarik minat wisatawan dunia, serta menyerukan pentingnya regulasi yang mendukung pelestarian budaya.
“Kita di Indonesia harus memastikan betul, keamanan, kenyamanan, keramahan, dan kenangan itu dapat kita cipta. Saya juga mendorong di hadapan saudara-saudara kita di Tanah Air agar stabilitas keamanan tetap terjaga dan mari sama-sama kita tolak terjadinya premanisme di mana-mana,” jelasnya.
Dalam pidatonya, Ibas yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin ini menyoroti kondisi ekonomi global yang tengah tidak stabil akibat perang dagang antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok. Ia menyebut ketegangan ini menimbulkan ketidakpastian yang berdampak langsung pada arus perdagangan dan pengembangan ekonomi di kawasan, termasuk Indonesia.
Menurutnya, sektor seni, budaya, museum, dan pariwisata sangat bergantung pada masuknya ekonomi global, sehingga dibutuhkan investasi, kerja sama, dan kolaborasi untuk mendorong kemajuan ekonomi nasional.
“Karena berbicara seni budaya museum dan pariwisata, kita butuh ekonomi dunia masuk ke dalam negeri. Kita tidak cukup mengandalkan ekonomi bangsa saja, tapi kita perlu investasi, kita perlu kerjasama, kita perlu kolaborasi untuk memutarkan perekonomian kita menjadi lebih maju dan lebih berkembang.” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Wakil Rakyat Partai Demokrat Dapil Jatim VII ini menekankan pentingnya menjaga lingkungan dan memajukan pariwisata Bali di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi global. Ibas mengajak semua pihak untuk tidak melupakan kekayaan alam dan budaya Bali.
Ia juga menyoroti tren wisata berbasis teknologi seperti wisata angkasa dan virtual reality.
“Kita tidak ingin Indonesia, Bali yang terkenal dengan persona alamnya, kecantikan alamnya dan peninggalan sejarahnya kemudian dilupakan.” ujar Ibas
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini juga mendorong rebranding destinasi wisata agar semakin menarik minat wisatawan dunia, serta menyerukan pentingnya regulasi yang mendukung pelestarian budaya.
Lihat Juga :