Kisah Mayjen TNI Farid Makruf, dari Jualan di Pasar Madura Kini Sandang Pangkat Bintang 2
Jum'at, 16 Mei 2025 - 09:38 WIB
Namun, berkat doa dan nasihat sang ibu bahwa apa pun tugas yang diberikan harus diterima sepenuh hati membuat Farid menyalurkan kekecewaannya dengan mengikuti kursus bahasa Inggris.
Hikmahnya, dia terpilih mengikuti pendidikan ke Inggris untuk mengambil program Master padahal Farid belum punya ijazah S1. “Saya dinilai memenuhi syarat untuk langsung masuk program Master, tanpa gelar S1,” ujar Farid.
Sejak itu, karier Farid di militer melesat diawali menjabat Danbrigif 13 Galuh. Kemudian saat menjabat Danrem 162/Wira Bhakti di Mataram, Farid mampu menyelesaikan urusan rumit melebihi jabatannya yaitu pembebasan tanah lokasi Mandalika.
Jika tanah seluas lebih 100 hektare itu tidak terbebaskan balap motor MotoGP yang mendunia itu tidak bisa terselenggara.
Tak lama kemudian, terjadi krisis moneter 1998. Presiden Soeharto lengser. Rakyat menguasai kembali tanah itu. Ruwet, banyak sekali yang ikut “bermain”.
Hikmahnya, dia terpilih mengikuti pendidikan ke Inggris untuk mengambil program Master padahal Farid belum punya ijazah S1. “Saya dinilai memenuhi syarat untuk langsung masuk program Master, tanpa gelar S1,” ujar Farid.
Sejak itu, karier Farid di militer melesat diawali menjabat Danbrigif 13 Galuh. Kemudian saat menjabat Danrem 162/Wira Bhakti di Mataram, Farid mampu menyelesaikan urusan rumit melebihi jabatannya yaitu pembebasan tanah lokasi Mandalika.
Jika tanah seluas lebih 100 hektare itu tidak terbebaskan balap motor MotoGP yang mendunia itu tidak bisa terselenggara.
Tak lama kemudian, terjadi krisis moneter 1998. Presiden Soeharto lengser. Rakyat menguasai kembali tanah itu. Ruwet, banyak sekali yang ikut “bermain”.
Lihat Juga :