Polisi Selidiki Kaburnya Korban Penusukan Penyerangan di Kampung Melayu

Senin, 07 September 2020 - 15:34 WIB
MH sebelumnya bercerita kepada petugas dianiaya sekelompok orang berboncengan sepeda motor menghampiri dirinya. Mereka datang dari Jalan Otista, masuk ke area terminal, lalu lawan arah ke area MH berjualan yang juga tempat angkutan-angkutan M06 jurusan Kampung Melayu-Gandaria ngetem. Tanpa mengatakan apapun, para pelaku menyerang siapa saja yang ditemui.

Pisau pun ditinggalkan para pelaku tertancap pada punggung kiri MH. Dia lantas meminta salah satu orang di sana untuk membantu mencabut pisau. Setelah itu, rekan-rekannya menolong dengan membawanya ke klinik 24 jam. Karena tidak ada dokter yang bisa menangani, dia dirujuk ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Jatinegara. Mencurigai luka MH akibat tindak kejahatan, tenaga kesehatan di sana memintanya melapor dulu ke polisi.

Selain MH, ada satu korban lagi yaitu pembeli kopi yang sehari-hari bekerja sebagai tukang sampah, IS. Meski lebih parah karena ada delapan luka tusuk senjata tajam, IS memilih pulang kampung ke Cilacap, Jawa Tengah usai dirawat beberapa jam di rumah sakit.

Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur AKBP Imron Ermawan, mengatakan, MH memang sudah membuat LP tetapi belum dimintai keterangan guna menyusun berita acara pemeriksaan (BAP). Pengusutan penyerangan berdarah di Kampung Melayu membutuhkan BAP tersebut. Pihak polres menunggu MH selesai pemulihan dulu di rumahnya, baru kemudian akan diundang untuk BAP. “Pelaku tetap dikejar,” tegas Imron.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!