Festival Suadesa 2025, Jet Kolet Jadi Bintang Kuliner Lokal di Borubudur
Selasa, 13 Mei 2025 - 18:07 WIB
Nama jet kolet berasal dari istilah Jawa yang menggambarkan tekstur gethuk saat dipegang atau “dipejet”, yang “ngulet” atau melar. Sehingga jet kolet bukan sekadar camilan, tetapi juga simbol keberdayaan warga setempat.
Mukiban, warga Dusun Kretek II, Karangrejo, adalah salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah menggeluti usaha ini selama lebih dari 15 tahun.
“Dulu produksi kami masih sangat terbatas, hanya sekitar 10 kilogram (kg) per hari dan prosesnya pun masih manual. Sekarang, dengan makin banyaknya wisatawan dan acara seperti Festival Suadesa, permintaan makin meningkat,” ujarnnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/5/2025).
Baca juga: Ekonomi Lokal Benteng Hadapi Resesi
Para pengunjung festival tidak hanya disuguhi hiburan, tetapi juga dapat mencicipi dan membeli keripik jet kolet sebagai oleh-oleh khas Magelang utamanya Borobudur. Bahkan beberapa dari mereka turut menyaksikan langsung proses pembuatannya, yang menjadi daya tarik dalam paket wisata VW Safari.
Mukiban, warga Dusun Kretek II, Karangrejo, adalah salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah menggeluti usaha ini selama lebih dari 15 tahun.
“Dulu produksi kami masih sangat terbatas, hanya sekitar 10 kilogram (kg) per hari dan prosesnya pun masih manual. Sekarang, dengan makin banyaknya wisatawan dan acara seperti Festival Suadesa, permintaan makin meningkat,” ujarnnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/5/2025).
Baca juga: Ekonomi Lokal Benteng Hadapi Resesi
Para pengunjung festival tidak hanya disuguhi hiburan, tetapi juga dapat mencicipi dan membeli keripik jet kolet sebagai oleh-oleh khas Magelang utamanya Borobudur. Bahkan beberapa dari mereka turut menyaksikan langsung proses pembuatannya, yang menjadi daya tarik dalam paket wisata VW Safari.
Lihat Juga :