Kisah Kebo Ijo Eksekutor Pembunuhan Penguasa Tumapel yang Diperintah Ken Arok
Minggu, 04 Mei 2025 - 07:29 WIB
Ken Arok, pendiri Kerajaan Singasari memiliki strategi cerdas saat membunuh Tunggul Ametung, akuwu Tumapel. Dia menyusun strategi meminjam kawannya Kebo Ijo yang menjadi eksekutor pembunuhan Tunggul Ametung. Foto: Ist
KEN Arok , pendiri Kerajaan Singasari memiliki strategi cerdas saat membunuh Tunggul Ametung, akuwu Tumapel. Saat itu, Tumapel masih berstatus wilayah kekuasaan dari Kerajaan Kediri yang diperintah Kertajaya.
Ken Arok yang datang dari kasta terendah umat Hindu atau kasta sudra mulai merencanakan pemberontakan. Dia mencoba menyusun strategi meminjam kawannya Kebo Ijo yang menjadi eksekutor pembunuhan Tunggul Ametung.
Strategi nabok nyileh tangan atau memukul meminjam tangan orang lain benar-benar dijalankan oleh Ken Arok. Sampai-sampai masyarakat Tumapel tidak tahu bahwa dalang pembunuhan Tunggul Ametung adalah Ken Arok.
Baca juga: Kisah Ken Arok dan Strategi Cerdiknya Menghadapi Kerajaan Kediri
Bahkan, Ken Arok dengan dinginnya menjatuhkan hukuman kepada Kebo Ijo dan para tamtama yang membunuh Tunggul Ametung sewaktu tengah mabuk minuman keras. Hukuman itu juga diberikan ke pendeta Balakangka yang juga terlibat pembunuhan.
Pendeta yang diutus Kediri ke Tumapel itu, menurut Kebo Ijo dan tamtama, telah memberi perintah untuk menghabisi selain Tunggul Ametung juga membunuh Ken Arok dan pendeta Lohgawe. Karena itu, yang dijatuhi hukuman bukan hanya Kebo Ijo dan para tamtama, tetapi juga Balakangka.
Ken Arok yang datang dari kasta terendah umat Hindu atau kasta sudra mulai merencanakan pemberontakan. Dia mencoba menyusun strategi meminjam kawannya Kebo Ijo yang menjadi eksekutor pembunuhan Tunggul Ametung.
Strategi nabok nyileh tangan atau memukul meminjam tangan orang lain benar-benar dijalankan oleh Ken Arok. Sampai-sampai masyarakat Tumapel tidak tahu bahwa dalang pembunuhan Tunggul Ametung adalah Ken Arok.
Baca juga: Kisah Ken Arok dan Strategi Cerdiknya Menghadapi Kerajaan Kediri
Bahkan, Ken Arok dengan dinginnya menjatuhkan hukuman kepada Kebo Ijo dan para tamtama yang membunuh Tunggul Ametung sewaktu tengah mabuk minuman keras. Hukuman itu juga diberikan ke pendeta Balakangka yang juga terlibat pembunuhan.
Pendeta yang diutus Kediri ke Tumapel itu, menurut Kebo Ijo dan tamtama, telah memberi perintah untuk menghabisi selain Tunggul Ametung juga membunuh Ken Arok dan pendeta Lohgawe. Karena itu, yang dijatuhi hukuman bukan hanya Kebo Ijo dan para tamtama, tetapi juga Balakangka.
Lihat Juga :