Legislator Partai Perindo Mesak Mbura Perjuangkan Pemerataan Pembangunan di Kupang Timur
Kamis, 01 Mei 2025 - 10:35 WIB
Masyarakat menyampaikan sejumlah hal yang mereka hadapi sehari-hari seperti akses jalan menuju tambak garam rakyat yang rusak parah, jalan tani yang mempersulit petani saat panen, hingga usulan pemekaran Desa Olio agar pelayanan publik bisa lebih cepat dan dekat.
Permohonan sertifikasi tanah juga menjadi perhatian warga. Banyak yang berharap adanya percepatan agar kepemilikan lahan tidak lagi jadi beban pikiran.
Selain itu, kebutuhan rumah layak huni dan perbaikan saluran irigasi juga turut diangkat dalam sesi tanya jawab. “Saya lahir dan besar di sini. Jadi ketika warga menyampaikan keluhan soal jalan rusak, atau soal tanah dan rumah, saya bisa rasakan betul. Ini bukan soal politik lima tahunan, ini soal kehidupan sehari-hari mereka,” ungkapnya.
Selain Kelurahan Merdeka, lulusan Akademi Teknik Kupang ini menyerap aspirasi masyarakat lewat agenda reses di empat wilayah lainnya yakni Kelurahan Tuatuka, Desa Tuapukan, Desa Oelatimo, dan Desa Oesao.
Di Desa Oesao, embung yang rusak berat menjadi perhatian alumni Teknik Sipil dan Sarjana Hukum dari Univ Persatuan Guru 1945 NTT ini. Apalagi embung itu mengairi 100 hektare lahan sawah dan Desa Oesao adalah salah satu penyangga pangan untuk Kota Kupang.
Permohonan sertifikasi tanah juga menjadi perhatian warga. Banyak yang berharap adanya percepatan agar kepemilikan lahan tidak lagi jadi beban pikiran.
Selain itu, kebutuhan rumah layak huni dan perbaikan saluran irigasi juga turut diangkat dalam sesi tanya jawab. “Saya lahir dan besar di sini. Jadi ketika warga menyampaikan keluhan soal jalan rusak, atau soal tanah dan rumah, saya bisa rasakan betul. Ini bukan soal politik lima tahunan, ini soal kehidupan sehari-hari mereka,” ungkapnya.
Selain Kelurahan Merdeka, lulusan Akademi Teknik Kupang ini menyerap aspirasi masyarakat lewat agenda reses di empat wilayah lainnya yakni Kelurahan Tuatuka, Desa Tuapukan, Desa Oelatimo, dan Desa Oesao.
Di Desa Oesao, embung yang rusak berat menjadi perhatian alumni Teknik Sipil dan Sarjana Hukum dari Univ Persatuan Guru 1945 NTT ini. Apalagi embung itu mengairi 100 hektare lahan sawah dan Desa Oesao adalah salah satu penyangga pangan untuk Kota Kupang.
Lihat Juga :