Kisah Biarawan Vatikan Takjub saat Kunjungi Kerajaan Majapahit
Kamis, 24 April 2025 - 05:44 WIB
Majapahit menjalin hubungan dagang yang erat dengan berbagai negara, termasuk China. Pada tahun 1370-1381, kerajaan ini beberapa kali mengirim utusan resmi ke China sebagai bentuk diplomasi dan perluasan jaringan perdagangan.
Komoditas unggulan Majapahit seperti garam, beras, lada, intan, dan rempah-rempah menjadi incaran pedagang China. Mereka aktif membeli barang-barang berharga ini menjadikan China sebagai salah satu mitra dagang terpenting Majapahit.
Sebagai penghasil komoditas bernilai tinggi, Majapahit mengekspor berbagai produk seperti cengkeh, pala, kayu cendana, gading, dan kapas. Barang-barang ini sangat diminati di pasar internasional, terutama oleh pedagang dari China, Siam (Ayodya), Champa, serta Kamboja.
Selain sebagai produsen, Majapahit juga berperan sebagai perantara perdagangan. Pedagangnya menjembatani transaksi antara pembeli asing dan penghasil komoditas lokal memperkuat posisinya di kancah perdagangan regional.
Beberapa pelabuhan seperti Canggu, Surabaya, Gresik, Sedayu, dan Tuban menjadi pusat perdagangan yang ramai. Kota-kota pesisir ini berfungsi sebagai gerbang masuk dan keluar barang dagangan sekaligus tempat pertukaran budaya dan ekonomi.
Komoditas unggulan Majapahit seperti garam, beras, lada, intan, dan rempah-rempah menjadi incaran pedagang China. Mereka aktif membeli barang-barang berharga ini menjadikan China sebagai salah satu mitra dagang terpenting Majapahit.
Sebagai penghasil komoditas bernilai tinggi, Majapahit mengekspor berbagai produk seperti cengkeh, pala, kayu cendana, gading, dan kapas. Barang-barang ini sangat diminati di pasar internasional, terutama oleh pedagang dari China, Siam (Ayodya), Champa, serta Kamboja.
Selain sebagai produsen, Majapahit juga berperan sebagai perantara perdagangan. Pedagangnya menjembatani transaksi antara pembeli asing dan penghasil komoditas lokal memperkuat posisinya di kancah perdagangan regional.
Beberapa pelabuhan seperti Canggu, Surabaya, Gresik, Sedayu, dan Tuban menjadi pusat perdagangan yang ramai. Kota-kota pesisir ini berfungsi sebagai gerbang masuk dan keluar barang dagangan sekaligus tempat pertukaran budaya dan ekonomi.
Lihat Juga :