Perempuan Jadi Kunci Penurunan Angka Stunting lewat Urban Farming
Senin, 21 April 2025 - 17:20 WIB
Urban farming dianggap sebagai solusi praktis dan berkelanjutan, khususnya di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan. Melalui penggunaan benih unggul dan teknologi sederhana, perempuan bisa menanam sendiri sayuran bergizi di rumah, memperkuat akses keluarga terhadap pangan sehat.
Plt Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Timur, Linda Alizah Kusmanto menambahkan, aktivitas urban farming yang digerakkan oleh perempuan telah meningkatkan konsumsi sayuran bergizi secara signifikan. "Jika dilakukan secara masif dan berkelanjutan, kami yakin ini akan menjadi langkah efektif dalam menurunkan angka stunting nasional," ujarnya.
Sebagai informasi, angka stunting di Indonesia menurun dari 30,8% pada 2018 menjadi 21,5% pada 2023. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 18% pada 2025 melalui berbagai strategi, termasuk intervensi gizi dan penguatan ketahanan pangan.
Sutinah, seorang penggiat urban farming di Jakarta, membagikan pengalamannya selama lebih dari 10 tahun dalam membina kelompok perempuan untuk memanfaatkan lahan kosong. Ia menekankan pentingnya penggunaan benih unggul seperti Cap Panah Merah serta pendampingan dari para ahli.
"Kami berhasil menanam bayam, kangkung, caisim, cabai, terung, hingga labu madu, dan membagikan ilmunya ke banyak kelompok," ungkapnya.
Plt Ketua Tim Penggerak PKK Jakarta Timur, Linda Alizah Kusmanto menambahkan, aktivitas urban farming yang digerakkan oleh perempuan telah meningkatkan konsumsi sayuran bergizi secara signifikan. "Jika dilakukan secara masif dan berkelanjutan, kami yakin ini akan menjadi langkah efektif dalam menurunkan angka stunting nasional," ujarnya.
Sebagai informasi, angka stunting di Indonesia menurun dari 30,8% pada 2018 menjadi 21,5% pada 2023. Pemerintah menargetkan angka tersebut turun menjadi 18% pada 2025 melalui berbagai strategi, termasuk intervensi gizi dan penguatan ketahanan pangan.
Sutinah, seorang penggiat urban farming di Jakarta, membagikan pengalamannya selama lebih dari 10 tahun dalam membina kelompok perempuan untuk memanfaatkan lahan kosong. Ia menekankan pentingnya penggunaan benih unggul seperti Cap Panah Merah serta pendampingan dari para ahli.
"Kami berhasil menanam bayam, kangkung, caisim, cabai, terung, hingga labu madu, dan membagikan ilmunya ke banyak kelompok," ungkapnya.
Lihat Juga :