Transaksi Mata Uang China Gantikan Uang Lokal Masa Kerajaan Majapahit

Jum'at, 28 Maret 2025 - 06:32 WIB
Mata uang China sering dijumpai dan menjadi sarana transaksi jual beli pedagang pribumi pada masa Kerajaan Majapahit. Foto: Ist
MATAuang China sering dijumpai dan menjadi sarana transaksi jual beli pedagang pribumi pada masa Kerajaan Majapahit . Mata uang China telah menjadi bagian penting dari peradaban perdagangan.

Besarnya mata uang China bahkan sampai menggantikan mata uang lokal yang digunakan. Memang masyarakat Jawa sudah sejak awal Majapahit mengimpor mata uang kepeng China dari beberapa dinasti yang dijadikan alat pembayaran resmi.



Baca juga: Siasat Gayatri Putri Raja Singasari Pura-pura Jadi Anak Abdi Dalem untuk Kelabui Pasukan Jayakatwang

Uang kepeng tersebut berasal dari dinasti Tang antara tahun 618-907, kemudian Dinasti Song antara tahun 960-1279, Dinasti Ming antara tahun 1368-1644, dan Dinasti Qing pada tahun 1644-1911 sebagaimana dikutip dari buku "700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai".

Dari jenis-jenis tersebut yang paling banyak ditemukan di Trowulan yakni dinasti Song. Hal ini disebabkan China banyak mengimpor merica dari Majapahit, sehingga banyak mata uang kepeng yang mengalir ke Majapahit. Hal ini menyebabkan persediaan kepeng di China menipis.

Di dalam kitab Tao i chih-lueh yang ditulis Wang Ta-yuan pada tahun 1349 M disebutkan ketika itu di Jawa terdapat tiga jenis mata uang, lukis yaitu uang logam China, uang perak, dan uang yang dibuat dari campuran perak, timah, dan tembaga.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!