Kisah Jane Foster, Intelijen Amerika yang Memata-matai Soekarno-Hatta Setelah Kemerdekaan Indonesia
Kamis, 27 Maret 2025 - 16:21 WIB
Jane Foster, seorang agen intelijen Amerika Serikat yang memata-matai Indonesia, menjadi bagian dari sejarah kelam hubungan internasional pasca-kemerdekaan. Foto ilustrasi/befreetour.com
KISAHJane Foster, seorang agen intelijen Amerika Serikat yang memata-matai Indonesia, menjadi bagian dari sejarah kelam hubungan internasional pasca-kemerdekaan.
Selama masa penjajahan hingga awal kemerdekaan, Indonesia menjadi target pengawasan oleh agen-agen intelijen atau mata-mata asing, termasuk Foster yang memiliki akses langsung ke tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta.
Baca juga: Hans Hamzah, Intel TNI AD dan Ahli Kunci Keturunan Tionghoa yang Membobol Koper Atase Militer Portugal
Lahir pada tahun 1912 di San Francisco, California, Jane Foster mengenyam pendidikan di Mills College, Oakland, sebelum akhirnya terjun ke dunia intelijen.
Kedekatannya dengan Indonesia dimulai pada tahun 1936 ketika ia menikah dengan diplomat Belanda, Leendert Kampert, dan menetap di Jawa. Namun, pernikahan tersebut tidak berlangsung lama, dan Foster kembali ke Amerika setelah bercerai.
Selama masa penjajahan hingga awal kemerdekaan, Indonesia menjadi target pengawasan oleh agen-agen intelijen atau mata-mata asing, termasuk Foster yang memiliki akses langsung ke tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta.
Baca juga: Hans Hamzah, Intel TNI AD dan Ahli Kunci Keturunan Tionghoa yang Membobol Koper Atase Militer Portugal
Lahir pada tahun 1912 di San Francisco, California, Jane Foster mengenyam pendidikan di Mills College, Oakland, sebelum akhirnya terjun ke dunia intelijen.
Kedekatannya dengan Indonesia dimulai pada tahun 1936 ketika ia menikah dengan diplomat Belanda, Leendert Kampert, dan menetap di Jawa. Namun, pernikahan tersebut tidak berlangsung lama, dan Foster kembali ke Amerika setelah bercerai.
Lihat Juga :