Peran Penting Tuban Sebagai Pelabuhan Utama Kerajaan Majapahit Pengatur Ekspor Impor Perdagangan

Rabu, 26 Maret 2025 - 09:03 WIB
Di samping barang-barang tersebut masih ada satu lagi yang cukup penting yaitu beras. Beras diekspor ke Indonesia bagian timur untuk ditukar dengan rempah-rempah yang kemudian diekspor lagi ke China sebagaimana dikutip dari buku "700 Tahun Majapahit Suatu Bunga Rampai".

Ada kalanya beras dibawa ke Sumbawa. Di sana ditukarkan dengan tekstil kasar dan tekstil inilah yang ditukar lagi dengan rempah-rempah. Pada waktu Malaka berdiri, ekspor beras dilakukan dari Gresik dan tidak lagi langsung diangkut ke negara lain.

Pada abad XVI Masehi peranan pelabuhan beras dipegang oleh Jepara. Hal ini sejalan dengan majunya industri perkapalan di Lasem yang didukung adanya hutan jati di daerah tersebut. Konon pada zaman Song selatan pengimpor merica terbanyak adalah Tuban meskipun kualitasnya masih kalah dari Sunda.

Sedangkan komoditas yang diimpor dari China yakni kain sutera, barang-barang besi, dan uang kepeng yang keduanya dibawa lagi ke Sulawesi. Impor yang paling penting dari China adalah keramik dari dinasti Song sampai Ming.

Pada berita dinasti Ming disebutkan bahwa orang-orang Majapahit gemar akan piring berbunga hijau. Mungkin ini mengarah kepada seladon atau piring biru putih. Selain dari China, keramik juga diimpor dari Khmer dan Thailand (Sukothai dan Sawankalok).
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!