Daya Beli Nelayan Jawa Timur Mengalami Penurunan, Ini Sebabnya
Jum'at, 04 September 2020 - 14:07 WIB
(Baca juga: BPK Jatim Tepis Sebagai Penular COVID-19 di Blitar )
“Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan layang, ikan tenggiri, cumi – cumi, gurita, ikan kembung, lobster, ikan layar, ikan kakap, kerang, dan ikan layur.
Sementara itu, dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Agustus 2020, lima provinsi mengalami kenaikan NTN. Satu provinsi mengalami penurunan NTN.
Kenaikan NTN terjadi di Provinsi Jawa Barat sebesar 1,83%, Provinsi Jawa Tengah 1,60%, Provinsi DI Yogyakarta naik sebesar 1,07%, Provinsi Banten naik 0,42%, dan Provinsi Jatim sebesar 0,22%. Adapun satu-satunya provinsi yang mengalami penurunan NTN adalah Provinsi DKI Jakarta sebesar 1,65%.
“Sedangkan komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan layang, ikan tenggiri, cumi – cumi, gurita, ikan kembung, lobster, ikan layar, ikan kakap, kerang, dan ikan layur.
Sementara itu, dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Agustus 2020, lima provinsi mengalami kenaikan NTN. Satu provinsi mengalami penurunan NTN.
Kenaikan NTN terjadi di Provinsi Jawa Barat sebesar 1,83%, Provinsi Jawa Tengah 1,60%, Provinsi DI Yogyakarta naik sebesar 1,07%, Provinsi Banten naik 0,42%, dan Provinsi Jatim sebesar 0,22%. Adapun satu-satunya provinsi yang mengalami penurunan NTN adalah Provinsi DKI Jakarta sebesar 1,65%.
(msd)
Lihat Juga :