Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Kawasan Konservasi Mangrove Tanjung Bara

Rabu, 19 Februari 2025 - 20:40 WIB
Selain fungsi ekologisnya, Kawasan Konservasi Mangrove Tanjung Bara memiliki peranan penting dalam berbagai aspek, antara lain: Habitat Satwa Langka yang menjadi rumah bagi spesies endemik seperti bekantan dan orangutan, serta lebih dari 69 spesies burung dan 9 spesies mamalia yang dilindungi. Sumber Pangan dan Nutrisi yang berperan dalam mendukung kehidupan biota akuatik. Penyeimbang Ekosistem yang Menghubungkan ekosistem darat, laut, dan air tawar; dan Pemberdayaan Masyarakat yang Memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan.

Dalam pengelolaan lingkungan, KPC menerapkan Kebijakan Keselamatan Pertambangan, Lingkungan Hidup, dan Keamanan (KPLK). Kebijakan ini mencakup prosedur dalam setiap tahapan tambang, mulai dari praperencanaan, produksi, pengendalian pencemaran, pemantauan dampak, hingga reklamasi dan rehabilitasi pascatambang.

"Kami menyadari tanggung jawab besar dalam mengelola lingkungan dan sumber daya alam dengan baik dan bertanggung jawab. Dengan menerapkan praktik terbaik dalam pertambangan, kami terus berinovasi dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meminimalkan dampak negatif serta memaksimalkan manfaat bagi ekonomi dan sosial," ujar GM Health, Safety, Environment & Security KPC, Kris Pranoto, dalam keterangannya, Rabu (19/2/2025).

KPC menegaskan bahwa upaya perlindungan lingkungan akan terus diperkuat seiring dengan aktivitas pertambangan, sehingga keseimbangan antara eksploitasi sumber daya alam dan kelestarian lingkungan tetap terjaga demi keberlanjutan masa depan.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!