Mengenal Tradisi Bekarang Lubuk Larangan, Kearifan Lokal Menjaga Alam Jambi
Senin, 20 Januari 2025 - 07:58 WIB
"Terus hasilnya itu tidak keperluan desa. Tetapi yang hasil dendanya itu baru untuk keperluan desa itupun khusus kepada Lubuk Larangan itu jugo," jelasnya.
Menariknya, adanya Lubuk Larangan tidak hanya untuk menjaga kelestarian alam, tetapi juga menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat. Setelah periode larangan berakhir, warga secara serempak mengadakan "pesta panen ikan".
Momen ini dirayakan dengan sukacita, lengkap dengan upacara adat dan makan bersama. Hasil tangkapan ikan yang melimpah dijual atau dimanfaatkan untuk keperluan desa.
Namun nyatanya menjaga keberlanjutan tradisi Lubuk Larangan tidaklah mudah. Masuknya teknologi penangkapan ikan modern, alih fungsi lahan, hingga pencemaran air menjadi ancaman serius bagi lingkungan.
Selain itu, kurangnya regenerasi pemahaman di kalangan generasi muda membuat tradisi ini berpotensi tergerus oleh zaman dan membuatnya hilang dari peradaban. Peran pemuda desa penting untuk mengupayakan sinergi bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam melestarikan tradisi ini.
Misalnya mengintegrasikan Lubuk Larangan sebagai bagian dari pariwisata berbasis komunitas, sehingga nilai ekonominya semakin terasa tanpa merusak ekosistem. Adanya Lubuk Larangan cerminan bagaimana masyarakat Jambi hidup berdampingan dengan alam secara berkelanjutan.
Menariknya, adanya Lubuk Larangan tidak hanya untuk menjaga kelestarian alam, tetapi juga menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat. Setelah periode larangan berakhir, warga secara serempak mengadakan "pesta panen ikan".
Momen ini dirayakan dengan sukacita, lengkap dengan upacara adat dan makan bersama. Hasil tangkapan ikan yang melimpah dijual atau dimanfaatkan untuk keperluan desa.
Namun nyatanya menjaga keberlanjutan tradisi Lubuk Larangan tidaklah mudah. Masuknya teknologi penangkapan ikan modern, alih fungsi lahan, hingga pencemaran air menjadi ancaman serius bagi lingkungan.
Selain itu, kurangnya regenerasi pemahaman di kalangan generasi muda membuat tradisi ini berpotensi tergerus oleh zaman dan membuatnya hilang dari peradaban. Peran pemuda desa penting untuk mengupayakan sinergi bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam melestarikan tradisi ini.
Misalnya mengintegrasikan Lubuk Larangan sebagai bagian dari pariwisata berbasis komunitas, sehingga nilai ekonominya semakin terasa tanpa merusak ekosistem. Adanya Lubuk Larangan cerminan bagaimana masyarakat Jambi hidup berdampingan dengan alam secara berkelanjutan.
Lihat Juga :