Sosok Dyah Suraprabhawa Raja Terakhir Majapahit Sebelum Runtuh
Minggu, 08 Desember 2024 - 07:13 WIB
Meski tergolong membingungkan pernyataan tersebut, sebagaimana pernyataan Sejarawan Prof Slamet Muljana pada bukunya "Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit", hal pertama bertalian dengan Bhre Pandan Salas, yang naik tahta di Kerajaan Tumapel pada tahun 1466. Sebab tahta Kerajaan Tumapel itu kosong disebabkan kepergian Dyah Suraprabhawa ke Majapahit untuk menjadi raja di sana. Ditambahkan bahwa Bhre Pandan Salas hanya memerintah Tumapel selama dua tahun saja. Sesudah itu dia meninggalkan kraton.
Hal kedua mengenai aluran Dyah Suraprabhawa dengan Sang Sinagara. Sebenarnya aluran itu dapat dikatakan secara singkat sekali, dengan kata-kata bahwa Dyah Suraprabhawa ialah adik Sang Sinagara. Tetapi penggubah Pararaton memilih jalan berkepanjangan dengan menyebut nama-nama putra Sang Sinagara yang berpaman kepada Sang Prabhu Dyah Suraprabhawa.
Dari daftar penguasa-penguasa daerah pada zaman pemerintahan Sri Kertawijaya seperti ditunjukkan oleh prasasti Waringin Pitu, bertarikh 1447, Dyah Suraprabhawa ialah penguasa daerah Tumapel, menggantikan Sri Kertawijaya yang pada waktu itu ditabalkan sebagai raja di Majapahit.
Pada waktu itu Dyah Suraprabhawa mengambil nama abhiseka Singawikramawardhana. Setelah menjadi raja di Majapahit pada tahun 1466, Dyah Suraprabhawa mengambil nama Abhiseka Giripati Prasuta Bhupati Ketabhuta, seperti ditunjukkan oleh Prasasti Pamintihan, bertarikh 1473.
Hal kedua mengenai aluran Dyah Suraprabhawa dengan Sang Sinagara. Sebenarnya aluran itu dapat dikatakan secara singkat sekali, dengan kata-kata bahwa Dyah Suraprabhawa ialah adik Sang Sinagara. Tetapi penggubah Pararaton memilih jalan berkepanjangan dengan menyebut nama-nama putra Sang Sinagara yang berpaman kepada Sang Prabhu Dyah Suraprabhawa.
Dari daftar penguasa-penguasa daerah pada zaman pemerintahan Sri Kertawijaya seperti ditunjukkan oleh prasasti Waringin Pitu, bertarikh 1447, Dyah Suraprabhawa ialah penguasa daerah Tumapel, menggantikan Sri Kertawijaya yang pada waktu itu ditabalkan sebagai raja di Majapahit.
Pada waktu itu Dyah Suraprabhawa mengambil nama abhiseka Singawikramawardhana. Setelah menjadi raja di Majapahit pada tahun 1466, Dyah Suraprabhawa mengambil nama Abhiseka Giripati Prasuta Bhupati Ketabhuta, seperti ditunjukkan oleh Prasasti Pamintihan, bertarikh 1473.
(abd)
Lihat Juga :