Adik Ipar Tewas, Edo Kondologit dan Kerabat Geruduk Polres Sorong Kota
Senin, 31 Agustus 2020 - 16:12 WIB
Menurut Edo, dengan adanya jawaban dari Kepolisian yang memberikan bantahan bahwa adik iparnya melakukan perlawanan saat ditangkap, dia meminta agar semua itu dihentikan. "Tidak boleh lagi ada pembentukan opini karena adik kami berusaha melarikan diri dan melawan petugas lalu ditembak, jangan lah. Stop stop tipu-tipu dengan semua dan cara-cara seperti itu. Bagi kami, biarlah semua diusut tuntas, dibuka terang benderang dengan bukti-bukti yang valid yang sudah ada. Karena ini kan jadi akar masalah sesungguhnya membuat Papua ini tidak pernah damai ini karena rasa keadilan yang tercederai, itu poin pentingnya," tegas Edo.
Menurut Edo, banyaknya protes ke pihak kepolisian belakangan ini karena soal rasa ketidakadilan bagi masyarakat dan karena penegakan hukum yang tidak berjalan semestinya.
"Bagaimana kami tidak protes keras, lah ini anak disiksa, dianiaya, kakinya ditembak, kepalanya hancur-hancuran digebukin katanya sama tahanan yang lakukan. Tapi apa iya, tahanan dianiaya begitu terus dibiarkan saja," bebernya.
Edo menyatakan, keluarga menuntut kasus ini diselesaikan secara tuntas dan bersih agar mendapat keadilan. "Kami sekeluarga sekali lagi minta semua ini diselesaikan secara tuntas. Karena ini adalah pembunuhan, kami dari keluarga akan tetap memprosesnya secara hukum. Adik kami ini kami serahkan ke polisi loh. Diserahkan sekali lagi diserahkan, bukan ditangkap, kami keluarga, mamanya yang serahkan ke polisi anaknya. Tapi belum 24 jam adik kami sudah meninggal. Kapolres sudah janji akan memproses Kasus ini dengan transparan, kami akan tunggu hasilnya," tegasnya.
Edo juga menyatakan akan ke Jakarta, dan langsung menghadap Kapolri untuk melaporkan kasus ini. "Semua yang terlibat harus di usut tuntas. Harus ada keadilan bagi masyarakat. Ini harus dituntaskan," tandasnya.
Menurut Edo, banyaknya protes ke pihak kepolisian belakangan ini karena soal rasa ketidakadilan bagi masyarakat dan karena penegakan hukum yang tidak berjalan semestinya.
"Bagaimana kami tidak protes keras, lah ini anak disiksa, dianiaya, kakinya ditembak, kepalanya hancur-hancuran digebukin katanya sama tahanan yang lakukan. Tapi apa iya, tahanan dianiaya begitu terus dibiarkan saja," bebernya.
Edo menyatakan, keluarga menuntut kasus ini diselesaikan secara tuntas dan bersih agar mendapat keadilan. "Kami sekeluarga sekali lagi minta semua ini diselesaikan secara tuntas. Karena ini adalah pembunuhan, kami dari keluarga akan tetap memprosesnya secara hukum. Adik kami ini kami serahkan ke polisi loh. Diserahkan sekali lagi diserahkan, bukan ditangkap, kami keluarga, mamanya yang serahkan ke polisi anaknya. Tapi belum 24 jam adik kami sudah meninggal. Kapolres sudah janji akan memproses Kasus ini dengan transparan, kami akan tunggu hasilnya," tegasnya.
Edo juga menyatakan akan ke Jakarta, dan langsung menghadap Kapolri untuk melaporkan kasus ini. "Semua yang terlibat harus di usut tuntas. Harus ada keadilan bagi masyarakat. Ini harus dituntaskan," tandasnya.
(shf)