Tingkatkan Kesejahteraan Petani, IFAD Kunjungi Program Upland di Garut

Senin, 25 November 2024 - 11:22 WIB
Namun, sejumlah tantangan utama mengemuka, salah satunya perubahan pola tanam dari petani kentang konsumsi menjadi penangkar benih. Proses ini membutuhkan komitmen mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.

Selain itu, kestabilan harga masih menjadi kendala. “Meski koperasi telah berjalan selama setahun diperlukan waktu untuk membangun kepercayaan petani agar mau menjual hasil produksi kepada koperasi,”ucapnya.

Seiring dengan fokus pemerintah pada ketahanan dan swasembada pangan, Rahmi menyoroti potensi besar pertanian dataran tinggi.

"Dengan dukungan iklim dan kesuburan tanah, kawasan ini sangat potensial untuk pengembangan tanaman pangan dan hortikultura. Akan sangat disayangkan jika program ini tidak berkesinambungan dengan agenda pemerintah,” ungkapnya.

Rahmi juga menegaskan alasan Indonesia dipilih sebagai lokasi implementasi program. “Indonesia telah lama menjadi anggota IFAD. Sebagai negara berkembang dengan potensi besar di sektor pertanian, program ini selaras dengan visi IFAD untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan,” ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!