Wabah Leptospirosis Melanda Grobogan, 2 Warga Meninggal Dunia

Jum'at, 15 November 2024 - 10:00 WIB
Selain kurang menjaga kesehatan, kata dr Jatmiko, adanya kasus penyimpanan makanan baik itu makanan dan minuman siap saji tanpa dibersihkan terlebih dahulu juga menjadi penyebab terjangkitnya virus dari air liur tikus ini.

Sebagai contoh, minuman siap saji kaleng dan botol yang disimpan dalam lemari sedangkan tikus mengendus meninggalkan air liur di tutup botol atau kaleng. "Maka dari itu jika berhubungan dengan barang simpanan dalam almari dan ada tanda kehidupan tikus wajib dicuci bersih sebelum dikonsumsi. Bersihkan tutup botol atau kaleng dengan air dan keringkan baru diminum," lanjutnya.

"Membersihkan tangan saat ke sawah dan memegang bekas gigitan atau rumah tikus juga wajib. Karena ada potensi besar virus tertinggal pada sisa makanan tikus. Bahkan kalau perlu jangan sentuh bekas gigitan tikus biar aman," katanya.

Jika tak sengaja dan atau kelupaan, lanjut dr Jatmiko, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda terkena virus Leptospirosis ini. Di antaranya yakni, demam, nyeri otot, dan nyeri sendi, khususnya pada betis dan paha.

Jika setelah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan tikus merasakan ini, maka perlu segera pergi ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. "Sebab jika tidak segera dilakukan tindakan medis, maka bakteri tersebut bisa menyerang ginjal dan berujung gagal ginjal," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!