Detik-detik Mencekam Suami di Malang Bacok Istrinya Membabi-buta Tapi Diselamatkan Tukang

Kamis, 14 November 2024 - 17:18 WIB
Ruko di Dusun Meduran RT 3 RW 8 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, lokasi suami membacok secara membabi-buta, Kamis (14/11/2024). FOTO/SINDOnews AVIRISTA MIDAADA
JAKARTA - Warga mengungkapkan bagaimana sadisnya pria di Kabupaten Malang, Jawa Timur hendak menghabisi nyawa istrinya sendiri. Pelaku diketahui bernama Ahmad Fatkhul Muslich, yang tega membacok istrinya sendiri bernama Kholifah, pada Kamis (14/11/2024) sekitar pukul 09.00 WIB.

Safarul Khoiri, saksi mata menyatakan, saat itu ia tengah bekerja di belakang untuk membangun sebuah tempat usaha martabak yang dimiliki oleh kedua pasangan suami istri (pasutri) ini. Tapi tiba-tiba ia mendengar keributan darı area depan toko penjual martabak yang berada di Dusun Meduran RT 3 RW 8 Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

"Saya dengar teriakan minta tolong, akhirnya ke depan. Saya lihat itu yang perempuan kayak seperti kesetrum," kata Safarul Khoiri, pekerja bangunan di toko kedua pasutri itu, ditemui Kamis (14/11/2024) siang.

Safarul memang mengira awalnya sang perempuan itu kesetrum listrik, sebab saat itu Kholifah berada di pojok toko dekat kasir toko, dengan posisi terdapat beberapa kabel-kabel. Makanya ia mengira Ahmad Fatkhul Muslich, menolong istrinya, tapi begitu melihat korban justru dianiaya oleh suaminya ia lantas bertanya ke terduga pelaku.

"Itu posisi di dalam, pas di pojok mepet tembok, itu dibuat masak terang bulan, dekat kasir agak pojok ada kabel-kabel saya kira kesetrum lihatnya mutusi kabel itu dengarnya, tiba-tiba langsung pakai pisau (dianiaya oleh suaminya)," katanya.

Awalnya ia mencoba memisahkan pertengkaran itu, tapi justru terduga pelaku memberikan ancaman ke dirinya agar diam dan ikut campur. Bahkan ancaman ikut dibunuh juga sempat diterima oleh Safarul Khoiri.

"Langsung dibantai (dianiaya berkali-kali), membabi buta. Saya tanya lapo bojone dibacoki (mengapa istrinya dibacok) terus dibilang jangan melok-melok (jangan ikut-ikut). Saya bantu katanya nggak boleh, dia bilangnya saya suaminya," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!