Kampanye Segera Berakhir, Elektabilitas Melki-Johni Masih Tertinggi di Pilkada NTT
Sabtu, 09 November 2024 - 19:20 WIB
Baca juga: Melki Lakalena Ingatkan Pendukungnya Tak Bawa Narasi Suku dan Agama di Pilkada NTT
Kemudian, lanjutnya, saat menguji kemantapan respoden dalam memilih diuji dengan mengunakan pertanyaan tertutup dengan disediakan nama dari ketiga paslon dan disertai surat suara yang harus dipilih oleh responden.
Hasilnya, nama dan gambar pasangan Melki Lakalena-Johni Asadoma dipilih sebanyak 42,7%. Kemudian Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto dipilih sebanyak 33,9%. Lalu pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu dipilih sebanyak 20,8% dan tidak memberikan pilihan sebanyak 2,6%
Robby menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa preferensi politik responden terkait siapa pemenang pada Pilkada Pilgub NTT 2024 sudah dapat dipastikan akan dimenangkan oleh pasangan Melki Lakalena-Johni Asadoma, jika merujuk hasil survei terbaru Citra National Network.
"Jika melihat data dan trend survey yang telah kami lakukan untuk Pilgub NTT ini, nampaknya kecenderungan siapa yang akan memenangkan kontestasi pilkada ini sudah terlihat jelas, dengan asumsi tanpa ada peristiwa politik yang besar dan berpengaruh," katanya..
Robby menuturkan, jarak tingkat keterpilihan antara pasangan Melki Lakalena-Johni Asadoma dengan pasangan Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto terpaut hampir 8%.
"Tentu angka ini telah melebih angka yang tidak memilih dan angka margin of error dari survei ini. Dan itu sesuai dengan kecenderungan survei semakin dekat dengan hari pencoblosan maka semakin sedikit pemilih yang tidak memberikan pilihan," ucapnya.
Pilkada Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat NTT untuk menentukan sosok pemimpin yang akan membawa NTT ke arah yang lebih baik dalam lima tahun ke depan. Hasil survei ini menemukan harapan masyarakat NTT terhadap isu isu mendesak yang harus di selesaikan oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih.
Kemudian, lanjutnya, saat menguji kemantapan respoden dalam memilih diuji dengan mengunakan pertanyaan tertutup dengan disediakan nama dari ketiga paslon dan disertai surat suara yang harus dipilih oleh responden.
Hasilnya, nama dan gambar pasangan Melki Lakalena-Johni Asadoma dipilih sebanyak 42,7%. Kemudian Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto dipilih sebanyak 33,9%. Lalu pasangan Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu dipilih sebanyak 20,8% dan tidak memberikan pilihan sebanyak 2,6%
Robby menilai, kondisi ini menunjukkan bahwa preferensi politik responden terkait siapa pemenang pada Pilkada Pilgub NTT 2024 sudah dapat dipastikan akan dimenangkan oleh pasangan Melki Lakalena-Johni Asadoma, jika merujuk hasil survei terbaru Citra National Network.
"Jika melihat data dan trend survey yang telah kami lakukan untuk Pilgub NTT ini, nampaknya kecenderungan siapa yang akan memenangkan kontestasi pilkada ini sudah terlihat jelas, dengan asumsi tanpa ada peristiwa politik yang besar dan berpengaruh," katanya..
Robby menuturkan, jarak tingkat keterpilihan antara pasangan Melki Lakalena-Johni Asadoma dengan pasangan Yohanis Fransiskus Lema-Jane Natalia Suryanto terpaut hampir 8%.
"Tentu angka ini telah melebih angka yang tidak memilih dan angka margin of error dari survei ini. Dan itu sesuai dengan kecenderungan survei semakin dekat dengan hari pencoblosan maka semakin sedikit pemilih yang tidak memberikan pilihan," ucapnya.
Pilkada Nusa Tenggara Timur (NTT) 2024 menjadi momentum penting bagi masyarakat NTT untuk menentukan sosok pemimpin yang akan membawa NTT ke arah yang lebih baik dalam lima tahun ke depan. Hasil survei ini menemukan harapan masyarakat NTT terhadap isu isu mendesak yang harus di selesaikan oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih.
Lihat Juga :