BI Jakarta Pantau Harga Sembako saat Natal dan Tahun Baru
Kamis, 07 November 2024 - 14:11 WIB
Arlyana memaparkan kenaikan pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan III 2024 terutama didorong oleh Lapangan Usaha (LU) perdagangan yang tumbuh sebesar 7,99 persen (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya (6,87 persen; yoy).
Kondisi tersebut antara lain tercermin dari tingginya indeks penjualan ritel. Selain itu, pertumbuhan juga ditopang LU jasa keuangan yang tumbuh sebesar 6,09 persen (yoy) sejalan dengan penyaluran kredit di Jakarta yang masih tetap tumbuh tinggi.
“LU Konstruksi juga masih tumbuh tinggi sebesar 5,65% (yoy) didorong oleh berlanjutnya proyek strategis pemerintah dan swasta yang bersifat multitahun,” ucapnya.
Ke depan, BI Jakarta akan terus memonitor perkembangan berbagai indikator perekonomian baik di tingkat daerah, nasional, maupun global.
Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat sinergi dengan Pemprov Jakarta untuk mendorong momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi Jakarta di berbagai sektor guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, serta mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang berdaya saing.
Kondisi tersebut antara lain tercermin dari tingginya indeks penjualan ritel. Selain itu, pertumbuhan juga ditopang LU jasa keuangan yang tumbuh sebesar 6,09 persen (yoy) sejalan dengan penyaluran kredit di Jakarta yang masih tetap tumbuh tinggi.
“LU Konstruksi juga masih tumbuh tinggi sebesar 5,65% (yoy) didorong oleh berlanjutnya proyek strategis pemerintah dan swasta yang bersifat multitahun,” ucapnya.
Ke depan, BI Jakarta akan terus memonitor perkembangan berbagai indikator perekonomian baik di tingkat daerah, nasional, maupun global.
Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat sinergi dengan Pemprov Jakarta untuk mendorong momentum akselerasi pertumbuhan ekonomi Jakarta di berbagai sektor guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan, serta mewujudkan Jakarta sebagai Kota Global yang berdaya saing.
(jon)
Lihat Juga :