Unusa Pelatihan Volunter untuk Program Pembelajaran Anak Marginal di Sidoarjo
Rabu, 06 November 2024 - 15:57 WIB
Tim pengabdian kepada masyarakat Unusa mengadakan pelatihan khusus para volunteer di Sidoarjo, Rabu (6/11/2024). Foto/SINDOnews/Masdarul Kh
SIDOARJO - Tim pengabdian masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya ( Unusa ) mengadakan pelatihan khusus para volunteer. Pelatihan ini membekali para relawan dengan keterampilan dan pengetahuan yang mendukung proses pembelajaran anak marginal yang tergabung dalam Komunitas Save Street Child Sidoarjo.
Ketua Tim Pengabdian Unusa Lailatul Khusnul Rizki mengatakan, pelatihan ini sangat penting mengingat kompleksitas kebutuhan pendidikan anak marginal. “Kami ingin memastikan bahwa para volunteer memiliki pendekatan yang tepat, tidak hanya mengajarkan keterampilan akademik, tetapi juga memberikan bimbingan yang holistik, mencakup aspek sosial dan emosional,” kata dosen Program Studi D3 Kebidanan ini, Rabu (6/11/2024). Baca juga: Tim Dosen Unusa dan Unesa Dorong Pengembangan Polindes Menjadi Laktasi Center
Selama pelatihan, volunteer diperkenalkan pada berbagai metode pembelajaran yang interaktif dan inklusif. Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah pelatihan cara membangun hubungan positif dengan anak marginal , yang disampaikan Dosen Program Studi PG PAUD, Susi Maulidah.
“Kunci dari keberhasilan pembelajaran anak marginal adalah menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kepercayaan, sehingga mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar,” jelas Susi.
Ketua Tim Pengabdian Unusa Lailatul Khusnul Rizki mengatakan, pelatihan ini sangat penting mengingat kompleksitas kebutuhan pendidikan anak marginal. “Kami ingin memastikan bahwa para volunteer memiliki pendekatan yang tepat, tidak hanya mengajarkan keterampilan akademik, tetapi juga memberikan bimbingan yang holistik, mencakup aspek sosial dan emosional,” kata dosen Program Studi D3 Kebidanan ini, Rabu (6/11/2024). Baca juga: Tim Dosen Unusa dan Unesa Dorong Pengembangan Polindes Menjadi Laktasi Center
Selama pelatihan, volunteer diperkenalkan pada berbagai metode pembelajaran yang interaktif dan inklusif. Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah pelatihan cara membangun hubungan positif dengan anak marginal , yang disampaikan Dosen Program Studi PG PAUD, Susi Maulidah.
“Kunci dari keberhasilan pembelajaran anak marginal adalah menciptakan lingkungan yang aman dan penuh kepercayaan, sehingga mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar,” jelas Susi.
Lihat Juga :