Kisah Tragis Lettu Sudaryanto, Gugur dalam Pelukan Prabowo Subianto di Operasi Seroja Timor Timur

Sabtu, 21 September 2024 - 05:48 WIB
Dalam salah satu misi untuk merebut ketinggian di atas Kota Maubara, pasukan Prabowo diserang secara mendadak oleh kelompok bersenjata Fretilin. Baku tembak pun tak terhindarkan, dan Lettu Sudaryanto yang berada di garis depan tertembak.

Serangan tersebut memaksa pasukan Unit C mundur dan bertahan di parit. Dalam keadaan kritis, Sudaryanto memanggil Prabowo dan anak buahnya untuk membantunya. Prabowo memutuskan untuk merayap ke depan, meski berbahaya karena musuh masih aktif menembaki.

Meskipun medan yang sulit dan beratnya tubuh Sudaryanto menghambat upaya penyelamatan, akhirnya beberapa prajurit bergabung untuk mengevakuasi Sudaryanto ke garis belakang.

Baca juga: Kisah Mayor Inf Atang Sutresna, Diberondong Peluru saat Kibarkan Merah Putih Di Timor Timur

Namun, meski upaya sudah maksimal, Sudaryanto akhirnya gugur dalam pelukan Prabowo pada pukul 03.00 dini hari. “Saya tidak bisa melupakan momen ketika komandan saya menghembuskan napas terakhir di pelukan saya,” kenang Prabowo dengan emosional.

Tak hanya Sudaryanto, Prabowo juga kehilangan Letnan Satu TNI Anumerta Siprianus Gebo, prajurit Batalyon Infanteri Lintas Udara 328/Dirgahayu (Yonif Linud 328) dalam Operasi Seroja. Gebo, yang dikenal berani dan selalu berada di garis depan dalam pertempuran.

Dia gugur saat memimpin serangan terhadap camp musuh di Timor Timur pada tahun 1988. Atas keberaniannya, Gebo dianugerahi Bintang Sakti. Sepak terjang pasukan Nanggala-28 di bawah pimpinan Kapten Prabowo Subianto cukup diperhitungkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!