Tokoh NU: Duet Khofifah-Emil Masih Dibutuhkan Lanjutkan Kemajuan Jatim
Minggu, 08 September 2024 - 16:37 WIB
Seperti menurunkan angka kemiskinan di Jatim, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Jatim kurun 2021-2023 turun sebanyak 383.920 jiwa. Itu artinya, menjadi yang tertinggi di antara provinsi lain di Indonesia.
Tingkat kemiskinan ekstrem di Jatim pada 2020 sebesar 4,4% atau setara 1.812.210 jiwa turun menjadi 0,82% atau setara 331.970 jiwa hingga 2023. Artinya, Khofifah berhasil menurunkan kemiskinan ekstrem sebesar 3,58% atau setara 1.480.140 jiwa. Baca juga: 25,22 Juta Orang Indonesia Masih Miskin per Maret 2024, Tersebar di 20 Provinsi
Oleh karenanya, lanjut dia, tentu keduanya telah terbukti bekerja nyata memacu pembangunan Jatim. Diwujudkan dari berbagai torehan gemilang bersama wakilnya Emil Elistianto Dardak pada periode pertama.
"Ibu Khofifah sangat baik sekali dan bagus perjalanannya di periode yang lalu itu. Pendekatan-pendekatan kepada masyarakat terutama pada pondok pesantren sangat bagus," tandasnya.
Tingkat kemiskinan ekstrem di Jatim pada 2020 sebesar 4,4% atau setara 1.812.210 jiwa turun menjadi 0,82% atau setara 331.970 jiwa hingga 2023. Artinya, Khofifah berhasil menurunkan kemiskinan ekstrem sebesar 3,58% atau setara 1.480.140 jiwa. Baca juga: 25,22 Juta Orang Indonesia Masih Miskin per Maret 2024, Tersebar di 20 Provinsi
Oleh karenanya, lanjut dia, tentu keduanya telah terbukti bekerja nyata memacu pembangunan Jatim. Diwujudkan dari berbagai torehan gemilang bersama wakilnya Emil Elistianto Dardak pada periode pertama.
"Ibu Khofifah sangat baik sekali dan bagus perjalanannya di periode yang lalu itu. Pendekatan-pendekatan kepada masyarakat terutama pada pondok pesantren sangat bagus," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :