4 Fakta RS Medistra Larang Hijab Dokter dan Perawat yang Berujung Permintaan Maaf
Senin, 02 September 2024 - 14:46 WIB
Secara singkat, isi surat protes itu adalah ungkapan kekecewaan Diani terkait asisten dan kerabatnya yang sempat mendaftar sebagai dokter umum di RS Medistra. Pada pertanyaan terakhir di sesi wawancara disebutkan muncul pertanyaan kontroversial yakni apakah bersedia membuka hijab jika diterima?
Mengutip laman FK UI, Diani menamatkan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Solo, tahun 2000. Lalu, dia melanjutkan pendidikan spesialis bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Kemudian, Diani menyelesaikan pendidikan Subspesialis pada 2009 dan pendidikan Doktor pada tahun 2019 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Laman tersebut juga mencantumkan bahwa Diani merupakan Dokter Pendidik Klinis di Program Studi Ilmu Bedah FKUI dengan jabatan fungsional Lektor.
Berkaitan dengan surat protesnya kepada RS Medistra, beberapa sumber juga melaporkan bahwa Diani akhirnya memutuskan keluar. Padahal, sebelumnya dia telah menjadi bagian RS Medistra dalam kurun waktu yang cukup lama.
2. Sosok Dokter Diani Kartini
Diani merupakan Dokter Konsultan Spesialis Bedah Onkologi (Kanker). Selain di RS Medistra, dia juga praktik di beberapa tempat lain seperti RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.Mengutip laman FK UI, Diani menamatkan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Solo, tahun 2000. Lalu, dia melanjutkan pendidikan spesialis bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Kemudian, Diani menyelesaikan pendidikan Subspesialis pada 2009 dan pendidikan Doktor pada tahun 2019 di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Laman tersebut juga mencantumkan bahwa Diani merupakan Dokter Pendidik Klinis di Program Studi Ilmu Bedah FKUI dengan jabatan fungsional Lektor.
Berkaitan dengan surat protesnya kepada RS Medistra, beberapa sumber juga melaporkan bahwa Diani akhirnya memutuskan keluar. Padahal, sebelumnya dia telah menjadi bagian RS Medistra dalam kurun waktu yang cukup lama.
3. Menuai Kecaman
Viralnya dugaan pembatasan hijab bagi tenaga medis di RS Medistra menuai beragam tanggapan. Tak hanya dari masyarakat umum, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menanggapi perkara tersebut.Lihat Juga :