Petugas Pemakaman COVID-19 di Mojokerto Mogok Kerja, Mengapa?
Rabu, 26 Agustus 2020 - 09:10 WIB
Diketahui, biaya operasional selama ini mereka pergunakan untuk kebutuha BBM kendaraan, untuk makan dan lainnya. Menurut Dinas Kesehatan setempat, anggaran per orang adalah Rp100 ribu sekali pemakaman.
(Baca juga: Warga Protes Truk Parkir Sembarangan di Bahu Jalan Berambu Larangan )
Didik Sudarsono, salah seorang relawan PMI mengakui, operasional mereka dapatkan secara patungan. Bahkan, mereka sampai tidur di makam. "Kita betul-betul kehabisan biaya operasional. Kita hentikan karena untuk beli BBM saja tidak ada," katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Ulum Rohmat Rohmawan mengatakan, anggaran yang diajukan relawan pemakaman masih dalam proses verifikasi di dinas. "Ditargetkan minggu ini sudah cair," katanya.
Menurutnya, verifikasi ini dilakukan dengan ketat karena sumber anggarannya dari belanja tak terduga yang merupakan sistem baru dalam anggaran keuangan.
(Baca juga: Warga Protes Truk Parkir Sembarangan di Bahu Jalan Berambu Larangan )
Didik Sudarsono, salah seorang relawan PMI mengakui, operasional mereka dapatkan secara patungan. Bahkan, mereka sampai tidur di makam. "Kita betul-betul kehabisan biaya operasional. Kita hentikan karena untuk beli BBM saja tidak ada," katanya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Ulum Rohmat Rohmawan mengatakan, anggaran yang diajukan relawan pemakaman masih dalam proses verifikasi di dinas. "Ditargetkan minggu ini sudah cair," katanya.
Menurutnya, verifikasi ini dilakukan dengan ketat karena sumber anggarannya dari belanja tak terduga yang merupakan sistem baru dalam anggaran keuangan.
(msd)
Lihat Juga :