Kisah Kegarangan Pasukan Ipar Pangeran Diponegoro Bikin Nyali Tentara Belanda Ciut
Jum'at, 23 Agustus 2024 - 09:25 WIB
Rombongan Bupati Muneng terdiri sang bupati sendiri, istrinya, putranya, empat cucu perempuan, empat pengasuh anak, dan sebelas perempuan, yang semuanya telah mencukur rambut mereka sebagai tanda Perang Sabil, yang terjadi di masa Pangeran Diponegoro.
Dikutip dari buku “Antara Lawu dan Wilis: Arkeologi, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam Residen Madiun 1934 – 38”, pasukan mereka diperlengkapi dengan dua senjata, yang mungkin senjata api-senapan, serta dan empat tombak.
Penyerahan diri ini mungkin berkaitan dengan berpindahnya pasukan Sosrodilogo. Pada 3 Februari, Sosrodilogo bergerak bersama 50 orang pasukan berkuda dan 30 infanteri ke Madiun. Dia melalui Kawu dan menuju ke Pelang, di Kabupaten Jogorogo.
Dia kemudian melarikan diri ke Desa Padangem dan mendapatkan dukungan dari demang desa tersebut. Pada titik itu, pengikut pasukan Sosrodilogo menjadi terus bertambah.
Baca Juga: Kisah Kehebatan Prabu Siliwangi Satukan 2 Kerajaan Terbesar di Tanah Sunda
Dikutip dari buku “Antara Lawu dan Wilis: Arkeologi, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam Residen Madiun 1934 – 38”, pasukan mereka diperlengkapi dengan dua senjata, yang mungkin senjata api-senapan, serta dan empat tombak.
Penyerahan diri ini mungkin berkaitan dengan berpindahnya pasukan Sosrodilogo. Pada 3 Februari, Sosrodilogo bergerak bersama 50 orang pasukan berkuda dan 30 infanteri ke Madiun. Dia melalui Kawu dan menuju ke Pelang, di Kabupaten Jogorogo.
Dia kemudian melarikan diri ke Desa Padangem dan mendapatkan dukungan dari demang desa tersebut. Pada titik itu, pengikut pasukan Sosrodilogo menjadi terus bertambah.
Baca Juga: Kisah Kehebatan Prabu Siliwangi Satukan 2 Kerajaan Terbesar di Tanah Sunda
Lihat Juga :