Tim Ubhara Jaya Beri Pendampingan Penyusunan Buku Ramah Cerna Bernilai Human Security
Minggu, 18 Agustus 2024 - 18:04 WIB
Secara eksplisit, karakteristik buku ramah cerna terdapat dalam Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Nomor 30/P/2022 terkait Pedoman Perjejangan Buku Ramah Cerna. Maka dari itu, ketentuan tersebut menjadi landasan utama dalam proses pendampingan PKM.
Tim PKM dari Uhamka, Puri Pramudiani menambahkan, program PKM dukungan nyata untuk menyukseskan program pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi guru SD dalam mengembangkan buku ramah cerna yang adaptif dengan kondisi kontekstual peserta didik. PKM ini menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama antara Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka, dan SDN Harapan Baru III Kota Bekasi.
"Apalagi PKM ini merupakan diseminasi dari hasil riset Tim Ubhara Jaya yang terbukti bahwa buku ramah cerna dianggap sebagai sarana yang tepat dalam menginternalisasi nilai-nilai human security," katanya.
Salah satu anggota tim PKM, Ciwuk menegaskan, dalam praktiknya guru diberikan pemahaman mengenai elemen-elemen human security yang dijadikan dasar dalam menyusun buku ramah cerna di antaranya economic security, food security, health security, environmental security, personal security, community security, dan political security. Setiap elemen disimplifikasi dan menjadi patokan utama dalam proses mengembangkan buku sehingga diharapkan nantinya lebih mudah dipahami oleh siswa SD.
PKM dilakukan selama enam bulan yang dimulai dari bulan Juli dan ditargetkan akan selesai pada Desember 2024. Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan antara lain pada tahap pertama, guru sebagai sasaran mitra mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai konsep buku ramah cerna berdasarkan pedoman BSKAP Nomor 30/P/2022 dan setiap guru juga diberikan gambaran konseptual mengenai berbagai elemen penting human security yang dapat dijadikan pedoman secara substantif dalam mengembangkan buku ramah cerna yang akan disusun.
Tim PKM dari Uhamka, Puri Pramudiani menambahkan, program PKM dukungan nyata untuk menyukseskan program pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi guru SD dalam mengembangkan buku ramah cerna yang adaptif dengan kondisi kontekstual peserta didik. PKM ini menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama antara Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka, dan SDN Harapan Baru III Kota Bekasi.
"Apalagi PKM ini merupakan diseminasi dari hasil riset Tim Ubhara Jaya yang terbukti bahwa buku ramah cerna dianggap sebagai sarana yang tepat dalam menginternalisasi nilai-nilai human security," katanya.
Salah satu anggota tim PKM, Ciwuk menegaskan, dalam praktiknya guru diberikan pemahaman mengenai elemen-elemen human security yang dijadikan dasar dalam menyusun buku ramah cerna di antaranya economic security, food security, health security, environmental security, personal security, community security, dan political security. Setiap elemen disimplifikasi dan menjadi patokan utama dalam proses mengembangkan buku sehingga diharapkan nantinya lebih mudah dipahami oleh siswa SD.
PKM dilakukan selama enam bulan yang dimulai dari bulan Juli dan ditargetkan akan selesai pada Desember 2024. Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan antara lain pada tahap pertama, guru sebagai sasaran mitra mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai konsep buku ramah cerna berdasarkan pedoman BSKAP Nomor 30/P/2022 dan setiap guru juga diberikan gambaran konseptual mengenai berbagai elemen penting human security yang dapat dijadikan pedoman secara substantif dalam mengembangkan buku ramah cerna yang akan disusun.
Lihat Juga :