3 Fakta Njoo Lay Wa, Keturunan Tionghoa yang Pernah Jadi Penguasa Majapahit
Kamis, 01 Agustus 2024 - 08:02 WIB
Melihat atau mendengar namanya, sebagian orang tentu akan langsung berasumsi bahwa Njoo Lay Wa bukanlah orang asli Nusantara. Dalam hal ini, ia memang disebutkan sebagai sosok keturunan Tionghoa.
Menurut riwayatnya, Njoo Lay Wa ini mulai berkuasa di Majapahit menggantikan Kertabhumi. Untuk diketahui, berdasarkan berita Tionghoa yang tersimpan di Klenteng Sam Po Kong, Semarang, waktu itu Raja Kertabhumi telah ditahan dan dibawa ke Demak.
Menjelang keruntuhannya, ada beberapa faktor yang membuat Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran. Salah satunya karena kemunculan Kerajaan Demak yang bercorak Islam.
Pada buku "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara" karya Prof Slamet Muljana, Majapahit jatuh dalam kekuasaan Panembahan Jimbun alias Raden Patah sesudah tahun Saka 1400 atau 1478 Masehi.
Raden Patah saat itu merupakan seorang Sultan Demak. Setelah periode penaklukan itu, Majapahit menjadi bawahan Kesultanan Demak. Nah, Raden Patah sendiri mengangkat penguasa baru untuk kerajaan tersebut.
Menurut riwayatnya, Njoo Lay Wa ini mulai berkuasa di Majapahit menggantikan Kertabhumi. Untuk diketahui, berdasarkan berita Tionghoa yang tersimpan di Klenteng Sam Po Kong, Semarang, waktu itu Raja Kertabhumi telah ditahan dan dibawa ke Demak.
2. Diangkat oleh Raden Patah
Menjelang keruntuhannya, ada beberapa faktor yang membuat Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran. Salah satunya karena kemunculan Kerajaan Demak yang bercorak Islam.
Pada buku "Runtuhnya Kerajaan Hindu Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara" karya Prof Slamet Muljana, Majapahit jatuh dalam kekuasaan Panembahan Jimbun alias Raden Patah sesudah tahun Saka 1400 atau 1478 Masehi.
Raden Patah saat itu merupakan seorang Sultan Demak. Setelah periode penaklukan itu, Majapahit menjadi bawahan Kesultanan Demak. Nah, Raden Patah sendiri mengangkat penguasa baru untuk kerajaan tersebut.
Lihat Juga :