DPRD Didesak Buat Rekomendasi Tolak Tambang Emas Liar di Siguntu

Senin, 24 Agustus 2020 - 17:01 WIB
"Pada tanggal 12 Agustus 2020 kami dari Gamapala Palopo sudah menginvestigasi dan survey langsung ke kawasan hutan lindung tersebut, dan ditemukan banyak lubang penambangan ilegal yang bisa mengakibatkan terjadinya longsor, maka dalam hal ini perlu penanganan cepat dari pemerintah maupun dinas terkait," ujarnya.

Menurut Haerul Salim, banyakanya lubang tambang yang berada di lokasi tersebut mengidentifikasikan bahwa selama ini pengawalan dan pengamanan hutan lindung di Palopo kurang aktif, sehingga para penambang liar bisa dengan mudahnya melakukan aktivitas penambangan di lingkup hutan lindung.

"Padahal kita tau bersama akan dampak penambangan liar di hutan lindung yang berada di hulu sungai Tarra Kelurahan Siguntu, dampak dari penambangan liar tersebut sangat merugikan masyarakat Kota Palopo , mulai dari ancaman tanah longsor, banjir bandang, dan pencemaran air sungai," sebutnya.

Pria yang akrab disapa Ellung ini menyebutkan, tanah longsor sangat rawan terjadi di kawasan Hutan Siguntu karena penebangan pohon yang dilakukan untuk aktivitas tambang, dan banjir bandang pun juga sangat rawan terjadi mengingat aktifitas tambang liar tersebut berlokasi di hulu sungai tarra yang menyambung dengan aliran sungai Latuppa.

"Maka dari itu marilah kita bersama-sama mengkawal dan mengingatkan kepada pemerintah Kota Palopo ataupun dinas terkait untuk mengusut dan menyelesaikan permasalahan tersebut dan memberikan sanksi berat terhadap penambang liar maupun oknum oknum terkait sesuai dengan undang-undang yang berlaku," desaknya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!